Nurlaela dikenal sebagai sosok yang hangat, ramah, disiplin, dan penuh kepedulian terhadap peserta didik. Tidak cuma mengajar di kelas, ia juga aktif membina karakter siswa melalui kegiatan Pramuka.
“Beliau bukan hanya guru dan pembina Pramuka, tapi juga penggerak literasi di sekolah. Kehilangan ini sangat terasa bagi kami,” kata Guru SDN Pulogebang 13, Lusiana Mustika Sari, dikutip dari laman pramukajakarta.id, Selasa, 28 April 2026.
Andalan Kwarda DKI Jakarta, Nana, mengenal Nurlaela sebagai orang yang sangat baik, ramah dan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan Pramuka khusunya di Kwarran Cakung.
“Beliau orangnya sangat baik, dan saat ini beliau juga tercatat dalam SK di Saka Widya Budaya Bakti Kwarran Cakung,” beber Nana.
Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) DKI Jakarta, Ratiyono, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut. Ia menilai kepergian Nurlaela merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Pramuka.
“Kami dari keluarga besar Kwarda DKI Jakarta menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Ratiyono.
Nurlaela menjadi satu dari belasan korban tewas dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Nurlaela memang sehari-hari menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang mengajar.
Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News