Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan keamanan lintasan kereta api yang selama ini dinilai rawan kecelakaan karena minim pengawasan dan infrastruktur penunjang keselamatan.
| Baca juga: Ini Kompensasi bagi Pemilik Tiket Kereta Api Terdampak Gangguan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur |
Menurut Prabowo, banyak jalur perlintasan kereta api di Jawa merupakan peninggalan lama yang sudah digunakan sejak era kolonial dan belum mendapatkan pembaruan secara menyeluruh selama puluhan tahun.
“Ini demi keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi kereta api yang sangat dibutuhkan publik,” ujar Prabowo saat mengunjungi korban kecelakaan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi dikutip dari Antara.
Presiden mengatakan pemerintah akan melakukan penanganan dengan dua skema utama, yakni membangun pos penjagaan di titik rawan serta membangun flyover pada kawasan dengan lalu lintas padat.
Khusus di wilayah Bekasi, pemerintah telah menyetujui pembangunan flyover untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur perlintasan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Usulan tersebut sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Daerah Bekasi karena tingginya aktivitas kendaraan dan perjalanan kereta api di kawasan tersebut.
Prabowo menegaskan pembenahan infrastruktur kereta api tidak bisa lagi ditunda mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel.
Program ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang selama bertahun-tahun menjadi sumber potensi kecelakaan di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Sementara itu, kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam. Berdasarkan data terbaru, insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka maupun pemakaman korban meninggal akan ditanggung bersama pihak asuransi dan perusahaan.
Saat ini proses penanganan korban masih berlangsung di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dan RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi korban.
Sebagai langkah tanggap darurat, KAI juga membuka posko bantuan dan pusat informasi di kawasan Stasiun Bekasi Timur guna membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait penanganan penumpang serta barang-barang milik pelanggan yang terdampak kecelakaan kereta api tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News