Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq di ajang Gelar Karya di Yogyakarta. Foto: BKHM
Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq di ajang Gelar Karya di Yogyakarta. Foto: BKHM

Wamen Fajar Ingatkan Guru Vokasi: Tren AI Jangan Matikan Ruh Seni

Citra Larasati • 28 Juli 2026 17:56
Ringkasnya gini..
  • Ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya dipamerkan dalam Gelar Karya di Yogyakarta.
  • Kemendikdasmen terus mendorong guru vokasi untuk belajar, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri.
  • Harapannya, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat ditransformasikan menjadi pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi peserta didik.
Jakarta: Ratusan mahakarya hasil program Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya unjuk gigi dalam ajang Gelar Karya di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Yogyakarta. Pameran ini bukan sekadar ajang pamer visual, melainkan bukti nyata bahwa upgrade skill para pendidik sukses melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada ekosistem pembelajaran di sekolah.
 
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pameran ini. Ia menyoroti pentingnya guru vokasi agar terus beradaptasi dengan dinamika kebutuhan industri dan teknologi masa kini. Meski demikian, Fajar memberikan catatan khusus terkait masifnya tren kecerdasan buatan (AI) di ranah kreatif yang tidak boleh menggerus keaslian sebuah karya.
 
"Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama," ujar Fajar dalam keterangannya, Selasa, 28 Juli 2026.

Pesan Mendalam di Balik Kanvas dan Keramik

Pesan soal keseimbangan antara tradisi dan teknologi ini terefleksi kuat dari deretan karya peserta. I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis asal SMKN 1 Sukawati, Bali, menghadirkan lukisan filosofis yang terinspirasi dari metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam).

Kadek memvisualisasikan seorang anak sebagai simbol peserta didik yang melek masa depan. Elemen kearifan lokal berupa kain tenun sengaja ia tabrakkan dengan wujud laptop sebagai metafora bahwa kemajuan zaman tak boleh melunturkan akar budaya.
 
Lukisan tersebut kian hangat dengan sisipan visual pelukan seorang menteri kepada anak, menyimbolkan dukungan moral pendidik bagi masa depan siswa. "Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya," ujar Kadek.
 
Di sudut lain, magisnya karya seni juga lahir dari tangan Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan, Yogyakarta. Melalui program magang industri, ia berhasil membawa pulang racikan ilmu baru terkait teknik glasir (proses finishing keramik).
 
"Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik," ujar Hari.

Vibrasi Positif untuk Generasi Z

Efek domino dari pelatihan guru ini rupanya langsung dirasakan oleh barisan Generasi Z di sekolah. Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta yang turut memamerkan mahakarya keramiknya, mengaku energinya makin terpacu usai melihat perkembangan kompetensi di sekolahnya.
 
"Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang," ungkap Zizta.
 
Melalui gebrakan Upskilling dan Reskilling ini, Kemendikdasmen berharap para pahlawan tanpa tanda jasa di ranah vokasi tak pernah lelah untuk level up. Kompetensi yang terus terasah ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mencetak lulusan vokasi yang tak hanya jago secara teknis, tetapi juga adaptif, kreatif, dan berdaya saing di industri nyata.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan