Menurut Prabowo, pendidikan gratis bagi semua kalangan merupakan aspek penting dalam upaya pemerintah memastikan anak-anak memperoleh akses terhadap pendidikan yang layak. Ia yakin uang negara bisa mewujudkan hal tersebut.
“Nanti akan ada yang bertanya, ‘dari mana uangnya?’, uangnya yang dikorupsi, yang dicolong, yang dicuri,” ujar Prabowo, Jumat, 18 September 2026.
Lantas, apakah program pendidikan gratis dimungkinkan untuk dijalankan? Menurut pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, menyediakan pendidikan gratis dari SD hingga kuliah perlu komitmen seperti menjalankan program prioritas, misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Simpel. Sediain anggarannya aja dulu. Komitmen harus seperti program prioritas lain," kata Indra kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2026.
Indra mengingatkan saat ini sudah ada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggratiskan pendidikan SD-SMA. Menurut dia, hal tersebut dapat mejadi modal kuat.
"Ini udah putusan MK tapi masih cari celah," sesal dia.
Menurut dia, anggaran yang paling memungkinkan untuk digunakan demi mendukung pendidikan gratis adalah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Indra menunggu pemerintah menunjukkan komitmen dan kemauan penggunaan anggaran.
"Sudah pasti bisa kalau ada political will. MBG keluar aja beres," tegas Indra.
Pengamat pendidikan, Insra Charismiadji. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengatakan anggaran negara sebenarnya sangat cukup untuk menjalankan program pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Bahkan, berdasarkan anggaran pendidikan tahun 2026, sebenarnya dana yang tersedia bisa berlebih.
Anggaran pendidikan tahun 2026 berjumlah Rp769 triliun. Sementara itu, berdasarkan perhitungan JPPI, kebutuhan biaya sekolah-kuliah gratis sebesar Rp569 triliun.
"Secara matematis dan teknis keuangan, keuangan negara/APBN sebenarnya sangat mampu membiayai program pendidikan gratis. Persoalannya bukan terletak pada tidak tersedianya dana, melainkan pada prioritas politik anggaran Presiden dalam menetapkan mana program yang didahulukan dan mana yang ditunda," tegas Ubaid kepada Medcom.id, Senin, 21 September 2026.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji Berikut estimasi rincian biaya sekolah-kuliah gratis:
Estimasi Rincian Biaya Sekolah-Kuliah Gratis
SD/Sederajat
- Jumlah murid: 28,46 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp4,56 juta
SMP/Sederajat
- Jumlah murid: 13,87 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp7,34 juta
SMA/Sederajat
- Jumlah murid: 8,14 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp10,19 juta
SMK
- Jumlah murid: 4,97 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp10,19 juta
Perguruan Tinggi (Hanya PTN & PTA-N)
- Jumlah murid: 5,18 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp19,01 juta
Perguruan Tinggi (Semua PTN & PTS)
- Jumlah murid: 10,75 juta siswa
- Biaya rata-rata per tahun: Rp19,01 juta
Estimasi Total Kebutuhan Biaya per Jenjang/Tahun
- SD/Sederajat: Rp129,77 Triliun
- SMP/Sederajat: Rp101,86 Triliun
- SMA/Sederajat: Rp82,96 Triliun
- SMK: Rp50,70 Triliun
- Perguruan Tinggi (Hanya PTN dan PTA-N): Rp98,46 Triliun
- Perguruan Tinggi (Semua PTN dan PTS): Rp204,44 Triliun
Total Akumulasi Anggaran Pendidikan Gratis/Tahun
- Total Sekolah (SD sampai SMA/SMK): Rp365,29 Triliun
- Total Sekolah+PTN/PTA-N: Rp463,75 Triliun
- Total Sekolah+Seluruh Perguruan Tinggi (PTN & PTS): Rp569,73 Triliun.