Hal tersebut diamini oleh Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Trisakti, Ali Ghufron Mukti. Dia menyebut biaya wisuda daring dapat ditekan jauh lebih ringan dari pada wisuda secara langsung.
"Daring tentu lebih murah. Bisa kurang dari setengahnya," ujar Ghufron kepada Medcom.id, Senin, 5 Oktober 2020.
Murahnya biaya daring, karena pihaknya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya gedung dan konsumsi untuk wisudawan dan orang tua. Atas dasar itulah, pihaknya memastikan jika biaya rangkaian acara kelulusan mahasiswa dapat ditekan.
Rektor Universitas Katolik Widya Mandala, Kuncoro Foe juga sependapat dengan Ghufron. Wisuda daring tentu bisa lebih murah dari wisuda luring. "Pandangan saya, wisuda daring sedikit lebih murah daripada wisuda luring," jelas Kuncoro.
Kuncoro menjelaskan, untuk acara prosesi dan protokoler wisuda pada dasarnya terdapat kesamaan, baik luring maupun daring. Perbedaan signifikan memang dapat dilihat dari pengeluaran biaya konsumsi.
"Karena daring merupakan broadcast dari acara luring. Perbedaannya terletak pada biaya konsumsi, yang mana pada acara daring praktis tidak ada. Namun acara daring membutuhkan video tapping dan pembuatan creative content yang juga berbiaya," terang Kuncoro.
Polemik biaya wisuda daring ini ramai dibicarakan sejak munculnya sebuah video seorang ibu yang marah-marah sambil memegang toga untuk wisuda anaknya yang kuliah di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung dan diunggah akun @dessykusuma52 di TikTok sejak Jumat, 2 Oktober 2020. Video tersebut viral di Twitter dengan diikuti tagar #unikom dan #WisudaUnikomMahal.
Video tersebut berisi seorang ibu yang mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dibayarkan untuk wisuda daring (online) anaknya yang kuliah di Unikom, Bandung. Besaran uang wisuda tersebut dinilai tidak wajar untuk sebuah wisuda online, karena mencapai Rp3.770.000 dan hanya mendapatkan satu baju toga dan masker.
Baca: Viral, Video Seorang Ibu 'Ngamuk' Perkara Mahalnya Uang Wisuda di Unikom
"Imbalannya lah untuk orang tua, penguji untuk orang tua, hasil keringat orang tua yang biayain anak cuma dikasih ini. Demi Allah untuk para atasan di Unikom, demi Allah Saya enggak ridho dan enggak ikhlas kalau uang saya enggak dipulangin. Ini 3.770.000 hanya dapat ini doang. Pak takut keselek ya makan uang penghasilan Saya. Tolong untuk para pejabat di Unikom pulangin uang kami orang tua mahasiswa. itu hak kami," ungkap ibu yang terekam dalam video tersebut.
Video tersebut sempat menjadi trending Twitter, kemudian di-retweet oleh warganet dan diikuti dengan sejumlah komentar dan kritikan pedas.
"Kritik diblok, komentar dihapus. Cuma mau minta kejelasan rincian dana wisuda syukur-syukur bisa cashback, yang Rp3,8 juta kurang 30 ribu ini yakali wisuda online disamain bayarannya kaya wisuda offline. PTS lain saja masih under Rp1,5 juta bayar wisudanya," kata akun @purjie17 dalam cuitannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News