Samarium-153 EDTMP. DOK BRIN
Samarium-153 EDTMP. DOK BRIN

Samarium-153 EDTMP Bikinan BRIN Jadi Terapi Pasien Kanker di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Renatha Swasty • 05 Juli 2022 13:52
Jakarta: Ethylene Diamine Tetra Methylene Phosphonate (EDTMP) merupakan bahan aktif yang memiliki ketertarikan untuk berikatan dengan lokasi spesifik pada jaringan tulang. EDTMP juga mampu berikatan dengan radioisotop Samarium-153 yang berfungsi sebagai radioisotop terapi. 
 
Kombinasi ini membuat zat radioaktif dapat menumpang pada EDTMP dalam melokalisir jaringan yang harus dilumpuhkan pada tulang. Sehingga, sediaan radiofarmaka akan efektif untuk terapi pereda rasa nyeri akibat kanker tulang, sekaligus memonitor tingkat kemanjurannya.
 
“Riset bersama terkait Samarium-153 EDTMP antara periset dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebelum berintegrasi ke BRIN dengan RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dirintis sejak 2005 sampai 2007 dalam pelaksanaan uji klinis,” ujar salah satu periset Samarium-153 EDTMP, Agus Ariyanto, dikutip dari laman brin.go.id, Selasa, 5 Juli 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan uji klinis merupakan tahapan yang harus dilalui ketika mengembangkan suatu produk obat seperti Sm-153 EDTMP. Tujuannya, mengetahui keamanan dan efikasi penggunaan Sm-153 EDTMP ketika diberikan ke pasien penderita kanker
 
“Uji klinis di RSUP dr. Sardjito saat itu dilakukan bekerja sama dengan Dr. dr. Bagaswoto P, Sp.Rad(K)-RI, Sp.KN, M.Kes, FICA, sehingga didapatkan data yang dibutuhkan untuk registrasi produk Sm153 EDTMP ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tutur dia. 
 
Agus menjelaskan mulai 2008, BATAN bekerja sama dengan PT Kimia Farma menyiapkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk fasilitas produksi di BATAN, serta menyiapkan dokumen pendaftaran produk tersebut ke BPOM. Akhirnya, Sm-153 EDTMP mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM pada 31 Oktober 2016 dan sudah diperpanjang kembali pada 2021. Sehingga, obat ini sudah memiliki legalitas peredaran obat di Indonesia. 
 
“Saat ini layanan terapi paliatif dengan Sm153 EDTMP bahkan sudah ditanggung oleh BPJS,” tutur Agus.
 
Agus menyebut hilirisasi dan komersialisasi produk Samarium-153 EDTMP saat ini dilakukan PT Kimia Farma dengan nama dagang TBONE KaeF. “Berdasarkan data pada 2020, pengiriman produk Samarium-153 EDTMP mengalami peningkatan sebesar 43,82 persen dan total aktivitas pengiriman ke rumah sakit sebesar 14.250 mCi,” papar dia. 
 
Proses produksi 153Sm-EDTMP memakan waktu 8-10 hari mulai dari penyiapan bahan target iradiasi, proses iradiasi, penanganan pasca iradiasi, penandaan, pengujian kualitas, pengemasan dan pengiriman, hingga penggunaan pada pasien. “Proses produksi dilakukan di fasilitas yang telah tersertifikasi CPOB oleh BPOM sehingga mutu dan keamanan produknya terjamin serta mematuhi protokol keselamatan radiasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN),” kata Agus.
 
 
Halaman Selanjutnya
Salah satu mitra BRIN yang…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif