Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Nadiem: Ada Oknum Intimidasi Kepala Sekolah Pakai Dana BOS

Ilham Pratama Putra • 26 Agustus 2021 14:37
Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengatakan banyak kepala sekolah yang mengaku mendapatkan intimidasi dari oknum tertentu ketika membelanjakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nadiem mengaku menerima laporan ini secara langsung dalam beberapa kunjungan kerjanya.
 
"Saya sudah keliling di sekitar Indonesia dan saya melihat banyak sekali isu-isu kepala sekolah, operator sekolah yang mengeluhkan mengenai berbagai macam intimidasi dari oknum-oknum tertentu," kata Nadiem dalam Merdeka Belajar episode 12: Sekolah Aman Berbelanja bersama SIPLah, Kamis, 26 Agustus 2021.
 
Nadiem mengatakan, oknum-oknum ini mencari kesalahan pihak sekolah yang melakukan pembelanjaan dana BOS secara offline. Oknum-oknum ini, kata Nadiem, mencoba mencari kesalahan administrasi maupun metode dalam pembelanjaan pihak sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:  Nadiem Sebut SIPLah Bisa Jadi Solusi Masalah Korupsi Dana BOS
 
"Biasanya intimidasi ini dilakukan karena mereka mencari-cari bagaimana kepala sekolah ataupun satuan pendidikan melakukan pembelanjaan dana BOS, yang sifatnya offline dengan cara metode atau administrasi yang salah," kata Nadiem.
 
Akibat intimidasi ini, banyak kepala sekolah yang tidak percaya diri dalam membelanjakan keperluan sekolah menggunakan dana BOS. Padahal pemanfaatan dana BOS untuk kepentingan pembelajaran sangat penting dalam mencukupi kebutuahan pendidikan.
 
"Jadi ini menjadi isu yang sangat besar di mana banyak sekali kepala sekolah tidak punya kepercayaan diri untuk melaksanakan pengadaan bagi kebutuhan sekolahnya, karena isu-isu administratif seperti ini sering sekali terjadi," ucap Nadiem.
 
Baca juga: Ini Fitur Baru Platform SIPLah
 
Untuk itu, pihaknya menghadirkan platform belanja daring untuk sekolah yakni SIPLah. Dari SIPLah, kepala sekolah lebih leluasa dan secara aman membelanjakan dana BOS tersebut.
 
Menurutnya, dengan menggunakan SIPLah seluruh transaksi dana BOS dapat terekam secara detail. Dengan begitu seluruh pembelanjaan akan berlangsung transparan dan akuntabel.
 
"Jadi inilah alasan kenapa, baik dari rasa keamanan kepala sekolah dan juga untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang tidak baik. Kita harus memindahkan jumlah anggaran dana BOS ini kepada platform online di mana semuanya transparan dan 100 persen akuntabel," pungkas Nadiem.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif