Dirjen Vokasi PK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. Foto: Direktorat SMK
Dirjen Vokasi PK Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. Foto: Direktorat SMK

Mau Belajar di Jerman Tapi Dapat Gaji? Anak SMK Wajib Ikut Ausbildung 2026

Ilham Pratama Putra • 30 Juni 2026 14:14
Ringkasnya gini..
  • Program Ausbildung membuka peluang lulusan SMK belajar sambil bekerja di Jerman.
  • Peserta perlu siap kompetensi, bahasa Jerman, dan kemampuan adaptasi.
  • Pendaftaran Ausbildung 2026 direncanakan mulai Agustus 2026.
Jakarta: Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini memiliki peluang lebih luas untuk menembus pasar kerja internasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong siswa SMK untuk mengambil program Ausbildung di Jerman.
 
"Program ini sebagai salah satu jalur bagi siswa vokasi Indonesia untuk bekerja sekaligus belajar di negara tersebut," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Khusus dan Layanan Khusus Kemendikdasmen  Tatang Muttaqin, melalui siaran youtube Direktorat SMK, dikutip Selasa 30 Juni 2026. 
 
Ia mengatakan perubahan dunia kerja yang semakin cepat harus disadari lulusan SMK. Dimana persaingan lulusan pendidikan vokasi kata dia harus berada di tingkat global. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak lagi cukup hanya menyiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan lokal maupun nasional.

"Paradigma pendidikan vokasi kita saat ini harus melangkah lebih jauh. SMK tidak hanya menyiapkan lulusan untuk pasar kerja lokal atau nasional tapi juga berkomitmen penuh membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja global," ujar Tatang.
 
Baca juga: Pecah Telor! SMK 1 Dwija Jombang Ikut LKS Tembus Provinsi  

Ia menjelaskan salah satu peluang strategis yang saat ini berkembang adalah program Ausbildung di Jerman. Program tersebut menjadi jembatan bagi lulusan SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional sekaligus mengikuti sistem pendidikan vokasi Jerman.
 
Melalui Ausbildung, lulusan SMK tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional. Tetapi juga membangun karier jangka panjang dengan pengalaman kerja di lingkungan internasional.
 
Namun, Tatang menegaskan peluang tersebut harus diiringi kesiapan kompetensi. Lulusan SMK perlu memiliki kemampuan teknis yang matang, kemampuan beradaptasi, penguasaan bahasa asing, serta wawasan budaya internasional.
 
"SMK ingin menjadi penghasil talenta global. Untuk mencapai hal itu, lulusan SMK wajib dibekali kompetensi yang matang, karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, penguasaan bahasa asing serta wawasan budaya internasional," katanya.
 
Ia menambahkan keberhasilan lulusan SMK menembus dunia kerja global tidak terlepas dari peran sekolah, guru, Bursa Kerja Khusus (BKK), dunia usaha, hingga orang tua. Pemerintah berharap semakin banyak SMK membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi global agar lulusan vokasi Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
 
Baca juga: Pendidikan Setara Semua Anak Bangsa Termasuk Penghayat Kepercayaan di SMK Al Hilaal Pulau Buru  

Untuk bisa mengikuti program Ausbildung, kamu dapat mendaftar melalui lembaga-indonesia-jerman.com/ausbildung. Kamu bisa mendaftar di berbagai program vokasi seperti teknik, IT, perhotelan, kuliner hingga kesehatan. 
 
Nantinya kamu akan mendapatkan pendidikan bahasa Jerman terlebih dahulu. Pendidikan bahasa Jerman ini diberikan secara gratis jika kamu lolos seleksi. 
 
Adapun pendaftaran program Ausbildung 2026 direncanakan mulai dibuka pada Agustus 2026. Yuk siapkan diri kamu sekarang!
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA