Siswa SMK Dwija Bhakti 1 Jombang
Siswa SMK Dwija Bhakti 1 Jombang

Pecah Telor! SMK 1 Dwija Jombang Ikut LKS Tembus Provinsi

Citra Larasati • 10 Maret 2026 16:49
Ringkasnya gini..
  • Kemendiktisaintek menyelenggarakan ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026.
  • LKS menjadi wadah pengembangan kemampuan siswa SMK di seluruh Indonesia.
  • LKS tidak hanya berfungsi sebagai arena uji keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana pembinaan talenta vokasi agar siap menghadapi tuntutan dunia industri.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyelenggarakan ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026. LKS menjadi wadah pengembangan kemampuan siswa SMK di seluruh Indonesia.
 
LKS tidak hanya berfungsi sebagai arena uji keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana pembinaan talenta vokasi agar siap menghadapi tuntutan dunia industri. Melalui ajang ini, kualitas pendidikan vokasi dapat terukur secara lebih objektif sehingga menjadi salah satu indikator penting dalam menilai daya saing lulusan SMK.
 
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa model pembinaan berbasis kompetisi seperti LKS mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, memperdalam pemahaman konsep secara aplikatif, serta memberikan dampak positif terhadap capaian akademik dengan tingkat efektivitas rata-rata di atas 76 persen.

Dengan demikian, LKS tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memperkuat mutu dan relevansi lulusan SMK di Indonesia.
 
Salah satu sekolah yang mengikuti LKS pada 14 Februari 2026 lalu adalah SMK Dwija Bhakti 1 Jombang dengan siswa Jovian Ekasakta dan Mohammad Rima Ramadhan.
 
“Baru pertama kali ikut, alhamdulilah, kami langsung pecah telor dapat Juara 1 dan lanjut ke tingkat provinsi yang akan dilakukan pada 10 April 2026 mendatang,” kata Guru Pembimbing SMK Dwija Bhakti 1 Jombang, Helmi Fadhlur Rahman dalam siaran persnya dikutip Selasa, 10 Maret 2026,
 
Harapannya, dengan mengikuti kompetisi ini, juga selaras dengan visi sekolah dalam mencetak lulusan yang siap kerja, khususnya di bidang yang sedang berkembang pesat seperti Cyber Security.
 
“Harapan kami, siswa memiliki lebih banyak opportunity di bidang cyber security. Saat ini kebutuhannya tinggi dan lowongan kerjanya semakin banyak. Kami ingin mereka tidak hanya siap ikut lomba, tetapi juga siap masuk ke industri,” tambah dia.
 
Untuk mempersiapkan siswanya, SMK Dwija Bhakti 1 Jombang tidak hanya memberikan bimbingan secara internal dan eksternal.  Salah satunya, yakni kolaborasi dengan Practiclass menjadi langkah strategis.
 
Melalui pembinaan berbasis praktik dari para expert dan pemenang kompetisi, sekolah mendapatkan penguatan standar latihan yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan siswa dalam kompetisi, tetapi juga membuka jalan lebih luas bagi masa depan karier mereka di bidang Cyber Security.
 
Program Manager Practiclass, Amelia Qanitah mengatakan, selama dua tahun belakangan, Practiclass telah membantu sebanyak 34 siswa dari 17 sekolah yang terdapat di seluruh Indonesia. “Practiclass menghadirkan pembelajaran berbasis praktik langsung dari para juara dan praktisi berprestasi, sehingga siswa belajar dari expertise nyata, bukan hanya teori,” kata dia.
 
Amel menjelaskan, Practiclass memberi kesempatan bagi pemenang kompetisi dan talenta terbaik untuk menjadi pengajar. “Jadi, siswa belajar langsung dari orang yang sudah terbukti kompeten dan insight yang dibagikan berbasis pengalaman nyata. Sehingga, kami memberikan best practice dan case real industri lebih relevan,” papar dia.
 
Dalam kegiatan ini, Jagoan Hosting juga turut serta memberikan kontribusi nyata, yakni sebagai penyedia infrastruktur untuk proses belajar mengajar. Layanan VPS milik Jagoan Hosting dipakai untuk CTF Jeopardy dan CTF Attack and Deffense.
 
Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembinaan di SMK Dwija Bhakti 1 Jombang. Sekolah tetap menjadi pusat pengembangan siswa, sementara Practiclass berperan sebagai penguat standar dan exposure industri.
 
Model pembinaan kolaboratif seperti ini diharapkan menjadi fondasi berkelanjutan dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan relevan dengan perkembangan teknologi, hari ini maupun di masa mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan