Ia menambahkan, belum lagi biaya pengiriman baju toga, ijazah, SKPI dan lainnya ke seluruh pelosok Tanah Air tempat wisudawan berada. "Jadi lebih repot dan lebih hati-hati. Beda dengan luring langsung (diberikan) saat wisuda," terangnya.
Baca juga:
Viral, Video Seorang Ibu 'Ngamuk' Perkara Mahalnya Uang Wisuda di Unikom
Sebelumnya, Eddy akhirnya angkat bicara, merespons polemik mahalnya biaya wisuda daring di kampusnya. Jawaban rektor ini merespons video seorang ibu yang diduga orang tua mahasiswa sedang marah-marah sambil memegang toga, karena memprotes biaya wisuda yang mahal tersebut.
Eddy mengatakan, bahwa apa yang disampaikan di dalam video tersebut tidak sepenuhnya benar. Angka Rp3.770.000 yang disebut sang ibu tak sepenuhnya untuk biaya wisuda.
"Tidak benar. Yang benar itu Rp2.695.000 untuk biaya wisuda dan Rp765.000 untuk biaya sidang," kata Eddy kepada Medcom.id, Minggu, 4 Oktober 2020.
Biaya itu, kata Eddy, sama besarnya dengan biaya wisuda semester dan tahun lalu yang digelar secara luring. "Biaya wisuda sama seperti semester dan tahun sebelumnya saat
offline. Biaya wisuda ini ditetapkan sebelum covid-19, jadi nilainya tetap," jelasnya.