Melansir laman Bank Sinarmas, kesalahan persepsi saat negosiasi gaji atau penandatanganan kontrak kerja dapat berujung pada kekecewaan ketika melihat nominal yang masuk ke rekening saat gajian tiba. Nah, agar tidak bingung dan bisa lebih cermat dalam mengelola ekspektasi finansial, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan gaji Gross, Nett, dan Gross Up.
Apa itu Gaji Gross?
Gaji Gross sering disebut sebagai gaji kotor. Nominal ini adalah jumlah yang tercantum dalam kontrak kerja sebelum dilakukan pemotongan pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, atau potongan wajib lainnya. Artinya, angka yang kamu lihat di kontrak bukanlah angka yang akan masuk ke rekening (Take Home Pay).Contoh: Jika gaji gross Rp10.000.000, maka uang yang diterima bersih mungkin sekitar Rp8.500.000 setelah dipotong berbagai kewajiban.
Skema ini umum digunakan perusahaan karena lebih transparan dan memudahkan perhitungan pajak negara.
Apa itu Gaji Nett?
Kebalikan dari Gross, gaji Nett adalah gaji bersih. Nominal yang ditawarkan perusahaan adalah nominal utuh yang akan Anda terima di rekening setiap bulannya. Dalam skema ini, perusahaanlah yang menanggung beban pembayaran pajak karyawan.Contoh: Jika kontrak menyebutkan Rp8.500.000 nett, maka kamu akan menerima Rp8.500.000 utuh tanpa pusing memikirkan potongan.
Skema ini disukai karena memberikan kepastian penghasilan, namun kekurangannya adalah karyawan sering kali tidak mengetahui berapa besar pajak yang sebenarnya dibayarkan untuk mereka.
Apa itu Gaji Gross Up?
Skema ini merupakan jalan tengah yang cukup unik. Gaji Gross Up adalah skema di mana perusahaan memberikan tunjangan tambahan sebesar jumlah pajak yang harus dibayar karyawan.Secara teknis, gaji dinaikkan (mark up) di dalam slip gaji untuk menutupi potongan pajak, sehingga jumlah bersih yang diterima tetap sesuai kesepakatan awal.
Contoh: Sepakat gaji Rp10.000.000 bersih. Di slip gaji, perusahaan menulis penghasilan Rp11.500.000, lalu memotong Rp1.500.000 untuk pajak. Hasil akhirnya tetap menerima Rp10.000.000.
Sistem ini dianggap paling ideal karena menggabungkan transparansi pajak (seperti gross) namun tetap memberikan kepastian nominal bersih (seperti nett).
Lalu, mana yang lebih menguntungkan? Setiap skema memiliki plus minusnya sendiri:
- Gaji Gross: Cocok bagi kamu yang ingin melek finansial, bisa menghitung pajak sendiri, dan melihat transparansi iuran BPJS. Namun, nominal transfer bisa fluktuatif tergantung regulasi potongan.
- Gaji Nett: Ideal bagi yang menginginkan kepastian dan tidak mau ribet dengan hitungan pajak. Namun, nilai kontrak biasanya terlihat lebih kecil.
- Gaji Gross Up: Memberikan transparansi slip gaji sekaligus kepastian nominal bersih, namun tidak semua perusahaan menerapkan sistem ini karena kerumitan administrasinya.
Tips negosiasi gaji
Sebelum menandatangani kontrak kerja, ada baiknya pelamar kerja menanyakan secara spesifik jenis gaji apa yang ditawarkan. Jangan ragu meminta simulasi slip gaji sederhana atau perhitungan take home pay agar bisa memperhitungkan pengeluaran bulanan dengan lebih akurat.Memahami jenis gaji adalah langkah awal menuju manajemen finansial yang lebih baik. Setelah paham, langkah selanjutnya adalah disiplin menabung dan memilih instrumen keuangan yang tepat untuk masa depan. (Sultan Rafly Dharmawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News