Jakarta: Momentum wisuda menjadi salah satu hal yang paling ditunggu oleh mahasiswa setelah menempuh perjalanan panjang menimba ilmu di bangku kuliah.
Dalam momen yang krusial ini berbagai perayaan dilakukan dalam berbagai bentuk mulai dari menggunakan pakaian terbaik, riasan mewah, hingga acara makan-makan bersama keluarga dan teman terdekat agar terasa lebih istimewa.
Seperti halnya Muhammad Hakim, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang melakukan perayaan atas perjuangannya bekerja dan belajar selama berkuliah.
Alih-alih riasan sederhana, Hakim hadir dengan menggunakan riasan badut ulang tahun di momen wisudanya. Tak datang sendiri, ia ditemani oleh karakter badut lain seperti Woody dari Toy Story hingga Elsa dari Frozen.
Berhasil Sarjana Berkat Badut
Dengan toga wisuda dan riasan badutnya, Hakim sontak curi perhatian di momen tersebut. Bukan tanpa alasan, riasan wisuda yang ia gunakan ini merupakan bentuk tribute untuk perjuangannya yang bekerja sampingan sebagai badut ulang tahun selama kuliah.
Profesi badut ulang tahun ini telah ia tekuni selama kurang lebih lima tahun sejak ayahnya tiada saat ia berada di semester 3 perkuliahan. Ia mengaku menjalani profesi ini sebagai pekerjaan sampingan untuk membantu biaya kuliahnya.
Kemampuannya menghibur anak-anak membawanya berhasil menghidupi dirinya hingga lulus menjadi seorang sarjana di salah satu kampus negeri di Indonesia.
“Perjalanan saya memulai profesi badut ini di semester tiga ketika ayah meninggal. Saya mulai menggeluti dunia badut buat cari-cari tambahan untuk kehidupan,” ujarnya.
Selama lima tahun menjalani pekerjaan sampingan ini, Hakim tak hanya berhasil mencukupi kebutuhannya, namun berbagai pengalaman dan teman baru pun ia peroleh. Ia bahkan mengaku seringkali berkolaborasi dengan organisasi mahasiswa tanpa rasa direndahkan sekalipun.
“Alhamdulillah, selama ini tidak ada yang meremehkan. Bahkan banyak teman-teman yang mengapresiasi hingga beberapa himpunan berkolaborasi ketika ada acara santunan atau acara sosial,” ungkap Hakim saat diwawancara.
Berbagi Kebahagiaan di Momen Wisuda
Momen istimewa ini pun dimanfaatkan Hakim untuk berbagi dengan orang-orang di sekitarnya. Ia ingin momen bahagia ini tak hanya ia rasakan sendiri, namun dapat sampai ke hati teman dan keluarga yang telah berjalan beriringan bersamanya.
Identitas yang ia pakai setelah acara prosesi ini pun ia ikrarkan sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusannya. Sembari menggunakan riasan badut, Hakim membagikan beberapa snack untuk orang-orang yang ada disekitar lingkungan wisuda.
“Karena ingin berbagi kebahagiaan bersama teman-teman seperjuangan. Di hari bahagia ini, saya ingin membahagiakan orang lain juga dengan cara bagi-bagi snack dan kartu ucapan selamat wisuda,” Hakim berbagi momen tersebut.
Ia mengatakan bahwa tidak pernah ada kata terlambat dan mustahil bagi siapapun yang memiliki tekad dan niat untuk terus berjuang.
Mimpinya sebagai seorang PNS pun tidak menjadikan ia melupakan profesi badut ulang tahun yang mengantarkannya ke gerbang wisuda. Profesi ini bukan hanya sekadar pekerjaan sampingan bagi Hakim, melainkan saksi perjuangan yang membuka gerbang mimpi-mimpinya yang lain.
(Vira Farhatul Maula)