Lulusan terbaik IPB University, Pandu Yoga Pratama. DOK IPB
Lulusan terbaik IPB University, Pandu Yoga Pratama. DOK IPB

Kisah Pandu, Lulusan Terbaik IPB yang Berjuang Kuliah Sambil Jualan Roti

Renatha Swasty • 21 September 2026 16:34
Ringkasnya gini..
  • Pandu Yoga Pratama lulus sebagai salah satu lulusan terbaik Manajemen Hutan IPB University meski sempat terkendala ekonomi keluarga.
  • Demi memenuhi kebutuhan harian sejak semester empat, Pandu berjualan roti kepada teman-temannya di lingkungan kampus.
  • Selain berprestasi akademis, Pandu aktif dalam pengabdian masyarakat hingga meraih penghargaan Abdidaya Ormawa selama dua tahun.
Jakarta: Menyelesaikan pendidikan di IPB University bukan jalan yang mudah buat Pandu Yoga Pratama. Meski sambil berjualan roti, Pandu lulus dan meraih predikat sebagai salah satu lulusan terbaik Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FAHUTAN). 

Pandu mengungkap kuliah di IPB University merupakan sebuah berkah bagi keluarga besarnya. Ia merupakan orang pertama di keluarga yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Ayahnya bekerja sebagai buruh masak dan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Memasuki semester empat, kondisi ekonomi keluarganya mengalami penurunan. 

Sejak saat itu, Pandu berusaha memenuhi kebutuhan uang hariannya secara mandiri. Dia berjualan roti kepada teman-teman di kampus.

“Ada fase ketika ekonomi keluarga saya turun pada awal saya memasuki semester empat. Sejak saat itu saya berusaha memenuhi kebutuhan uang harian sendiri selama berkuliah dengan menjual roti setiap hari kepada teman-teman,” kenang Pandu, Senin, 21 September 2026.

Namun, pesan keluarganya terus dia pegang untuk selalu percaya pada potensi diri. Dukungan dari teman-teman selama berkuliah juga menjadi salah satu hal yang sangat berarti. 

Lingkungan IPB University yang diisi mahasiswa dari berbagai daerah juga memperkaya wawasan sekaligus membentuk karakter dirinya.

“Saya banyak bersyukur karena bertemu dengan teman-teman yang mendukung dan berpikiran terbuka. Beragamnya asal daerah teman-teman membuat khasanah informasi dan karakter saya terbentuk oleh lingkungan di IPB University,” kata dia.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada teman-temannya yang telah mendukung perjuangannya, termasuk dengan membeli roti yang dijualnya.
 

Dari Kajian Sosial ke Pengabdian Nyata


Pandu memilih Manajemen Hutan karena terinspirasi buku Walden, karya Henry David Thoreau. Buku tersebut membuatnya melihat hutan bukan sekadar ruang kosong yang senyap, melainkan sebuah bentuk kehidupan yang saling terhubung dan memberikan manfaat bagi manusia.

“Pengalaman paling berkesan adalah ketika saya banyak berinteraksi dengan masyarakat yang hidup dan bergantung pada sumber daya hutan. Melalui pengabdian langsung serta kajian sosial, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan,” ujar dia.

Bersama rekannya, ia merancang dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor lewat Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Pengalaman tersebut membawanya meraih penghargaan Abdidaya Ormawa selama dua tahun serta penghargaan sebagai tim dengan rekam jejak pengabdian terbaik kedua.

Meski telah lulus, napas pengabdiannya tidak terhenti. Kini, ia tengah fokus sebagai volunteer program pemberdayaan di Danau Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. 
Aktivitasnya banyak dihabiskan untuk pendampingan budi daya ikan nila rendah residu, pengolahan sampah rumah tangga, hingga pembentukan kelembagaan pokmaswas (kelompok masyarakat pengawas).

Perjalanan Pandu menjadi bukti keterbatasan ekonomi tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi. Baginya, dukungan lingkungan, kemauan untuk berusaha, serta keyakinan terhadap potensi diri menjadi bagian penting mencapai tujuan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan