Ketua Panitia Trisakti Run For Charity, Mohammad Mirdal Akib menegaskan, kegiatan ini merupakan gerbang utama untuk memperluas partisipasi publik dalam mendukung kebangkitan masyarakat di wilayah terdampak krisis. Mengubah keringat menjadi harapan baru bagi mereka yang kehilangan.
“Trisakti Run For Charity adalah wujud nyata bahwa kita berlari membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit. Dana yang terhimpun melalui pendaftaran dan donasi akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pemulihan masyarakat terdampak bencana secara transparan,” kata Mirdal dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.
Ajang lari amal ini merupakan motor penggerak dari inisiatif besar bertajuk Trisakti Peduli. Di bawah komando Ketua Umum IKA Trisakti, Maman Abdurrahman, program ini dirancang melampaui sekadar penggalangan dana konvensional.
Trisakti Peduli menjadi wadah kolaborasi yang mengintegrasikan kompetensi alumni lintasdisiplin ilmu guna menciptakan penanganan pascabencana yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Trisakti Peduli tidak hanya tentang memberikan sumbangan. Kami ingin mengoptimalkan dan memanfaatkan seluruh potensi alumni yang ada. Kami memiliki alumni kedokteran, kedokteran gigi, hukum, teknik sipil, arsitektur, transportasi dan logistik, ekonomi dan bisnis, serta berbagai kompetensi lainnya yang dapat dikontribusikan untuk membantu proses pemulihan di daerah bencana,” kata Maman.
Pemulihan Ekonomi
Alih-alih memberikan bantuan yang seragam, IKA Trisakti menerapkan pemetaan kebutuhan (needs assessment) yang akurat. Dengan pendekatan berbasis kompetensi ini, intervensi yang diberikan dapat menyelesaikan problem konkret di lapangan, bukan sekadar solusi jangka pendek.“Dalam program Trisakti Peduli, seluruh ikatan alumni akan menyiapkan blueprint perencanaan recovery economy. Pelaksanaannya akan dikawal dan dimitigasi, termasuk melalui pendampingan langsung dari alumni Trisakti sesuai dengan kompetensi masing-masing. Misalnya, untuk program kewirausahaan dan pengembangan usaha, alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat ikut memberikan pendampingan,” sebutnya.
Saat ini, fokus pemulihan menyasar sejumlah titik krusial di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), intervensi diarahkan pada penyediaan infrastruktur dasar dan akses air bersih. Untuk Aceh dan Sumatra Utara, program difokuskan pada akses ekonomi pascabanjir bandang dan longsor.
Sementara di Kalimantan, target utamanya adalah pemulihan kesehatan imbas kebakaran hutan, di Jawa Barat pada restorasi permukiman pascagempa, serta di Jawa Timur berfokus pada ekonomi lokal bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Pendekatan strategis ini diharapkan mampu mencetak kemandirian jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
“Kami ingin Trisakti Peduli menjadi gerakan bersama seluruh alumni Trisakti untuk memberikan sumbangsih pikiran, tenaga, keahlian, dan berbagai program nyata. Dengan kekuatan yang kita miliki, kita ingin ikut meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang terdampak bencana,” kata Maman.