Anak-anak membaca di Taman Daun Lembata. DOK IG Taman Daun Lembata
Anak-anak membaca di Taman Daun Lembata. DOK IG Taman Daun Lembata

Gemohing ala John Batafor, Wujudkan Pendidikan Gratis Bagi Anak di Lembata

Renatha Swasty • 17 Agustus 2022 10:07

John juga tergerak memberikan pendidikan lantaran tak mau pemuda di tempat dia lahir, baik perempuan maupun laki-laki hanya kumpul meminum tuak atau gosip ketika besar. Dia juga tak ingin anak-anak menghabiskan hari hanya dengan main handphone.
 
"Dari kecil mereka sudah merekam, enggak ada yang kerja. Duduk gosip ngerumpi. Laki-laki duduk minum tuak, ibu-ibu gosip. Nanti besar begini. Jadi, saya curi perhatian mereka supaya belajar di sini, pulang dari Taman Daun Lembata sore, malam cape tidur," tutur pria berusia 35 tahun itu.
 
John paham betul untuk membangun negara menjadi besar, anak-anak mesti mulai membangun desa mereka. Apalagi, masih banyak wilayah tertinggal di Lembata yang membutuhkan perubahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


John dibantu guru dan relawan mengajar anak-anak yang berjumlah hampir 200 orang di pusat Taman Daun Lembata yang terletak di Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Sementara itu, jumlahnya mencapai ribuan anak di 15 cabang Taman Daun Lembata.
 
Anak-anak mendapat pembelajaran setiap Senin-Jumat sepulang sekolah selama 1,5-2 jam, terkadang pelajaran tambahan pada Sabtu.
 
<i>Gemohing</i> ala John Batafor, Wujudkan Pendidikan Gratis Bagi Anak di Lembata
Relawan WNA mengajar di Taman Daun Lembata. IG Taman Daun Lembata
 
Mereka tak cuma diajari orang lokal tapi juga relawan warga negara asing (WNA). Lewat WNA, anak-anak diajarkan bahasa Inggris juga saling bertukar budaya.
 
Berbeda dari sekolah formal, anak-anak sengaja didekatkan dengan alam di Taman Daun Lembata. "Di sini tidak ada dinding, kalau hujan atap ada, tapi tidak ada dinding," kata John sambil tertawa.
 
Pelajaran untuk anak-anak berorientasi pada alam, seni, dan budaya. Selain belajar baca dan tulis, anak-anak mendapatkan pelajaran sesuai potensi yang ada di sekitar mereka.
 
Desa di sekitar pesisir misalnya, anak-anak bakal banyak mendapat pelajaran soal cara menjaga laut. John menyebut melalui Taman Daun Lembata, dia mendorong anak-anak mengenali lingkungannya. Serta menganalisa potensi yang dimiliki desa mereka.
 
Hal ini lantaran John pernah berkunjung ke salah satu desa yang merupakan penghasil biji mente. John bercerita biji mente berserakan di mana-mana.
 
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif