Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan) saat bertemu dengan dua orang yang melakukan donor plasma konvalesen hingga 10 kali. Dok Antara
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan) saat bertemu dengan dua orang yang melakukan donor plasma konvalesen hingga 10 kali. Dok Antara

Wow! Dua Warga Surabaya Ini Donor Plasma Konvalesen Hingga 10 Kali

Pendidikan donor darah Virus Korona kisah inspiratif
Antara • 16 Februari 2021 17:18
Surabaya: Luki Handoko dan Agus Eko Nirno, tercatat sudah 10 kali melakukan donor plasma konvalesen. Dua warga Surabaya, Jawa Timur, ini pun membikin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy terheran-heran.
 
"Pasien OTG (orang tanpa gejala) memiliki antibodi yang cukup untuk didonorkan. Saya mengucapkan terima kasih atas donor plasmanya, semoga menjadi amal jariyah para penyintas nantinya," kata Muhadjir kepada dua pendonor, saat mengunjungi Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Selasa, 16 Februari 2021.
 
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengakui bahwa kebutuhan plasma konvalesen terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia. Ia mengatakan, ada potensi jumlah calon pendonor bertambah bila kesembuhan semakin meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penggalangan pendonor plasma konvalesen akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan saudara kita yang masih terpapar covid-19, sebagai bentuk rasa syukur bagi yang sudah sembuh dan meningkatkan gotong royong kita sebagai Bangsa Indonesia," ujarnya.
 
Baca: Mengenal Rezky Bella, Lulusan Terbaik Sekolah Bisnis IPB University
 
Salah satu pendonor, Luki Handoko, bercerita, dia sempat kritis usai dinyatakan covid-19. Bahkan, ia harus merasakan sesak napas tanpa adanya penanganan medis saat isolasi di rumahnya.
 
"Awalnya saya demam, batuk kering dan setelah berobat ke dokter batuknya makin parah. Akhirnya saya dinyatakan PDP dan harus pulang karena rumah sakit penuh. Setelah positif saya dibawa ke Rumah Sakit Menur, sementara istri dan anak tanpa gejala dikirim ke rumah sakit lapangan," kata Luki.
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif