Terakhir, tim Avengers berhasil merebut posisi juara favorit lewat cabang lomba Paper and Poster Competition. Tim ini terdiri dari Dafa Bayu Putranto (Teknik Fisika 2018), Cigo Ageng Wicaksono (Teknik Kelautan 2018), dan Carollina Kusumawidjaya (Teknik Fisika 2018). Dalam paper-nya, mereka membahas studi Microbial EOR (pemulihan minyak bumi dengan memanfaatkan mikroba) yang dilakukan di Shengli Oilfield, China.
"Ketiganya coba memperkirakan penerapan teknologi serupa jika diaplikasikan di Alaska," ujar Fadhlan.
Fadhlan menjelaskan, Boreyes 2021 merupakan perlombaan yang diadakan oleh SPE Universitas Padjadjaran SC. Acara yang mengusung tema Reinforce New Era of Oil and Gas Industry ini dilaksanakan secara daring pada 11-13 Maret lalu.
"Kompetisi ini dibagi menjadi empat cabang lomba, yaitu ORDC, Paper and Poster Competition, Smart Competition, dan Case Study Competition," jelasnya.
Baca:
Dzaki Sukarno, Mahasiswa Berdarah Indonesia Raih Golden Ticket American Idol
Mahasiswa Teknik Kelautan ini mengungkapkan bahwa mereka sudah melakukan pelatihan jauh-jauh hari sebelum dimulainya perlombaan. "Kami sudah mempersiapkan latihan secara umum untuk lomba-lomba seperti Boreyes dan lainnya," ungkapnya.
Pelatihan itu merupakan fasilitas yang diberikan oleh SPE ITS SC kepada para pendaftar delegasi lomba. Menurut Fadhlan, pelatih mereka merupakan anggota senior yang berpengalaman menjuarai kompetisi-kompetisi pendahulunya.
Selanjutnya, SPE ITS SC akan mendelegasikan tim mahasiswa lagi untuk mengikuti lomba Petrolida 2021 yang diadakan ITS. "Saya harap, ke depannya SPE ITS SC dapat lebih berkembang, profesional, dan bermanfaat bagi para anggota," ucap mahasiswa angkatan 2018 ini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(AGA)