Meskipun kerap terdengar mirip, gerhana matahari dan gerhana bulan memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Perbedaan dari kedua peristiwa ini terletak pada susunan posisi serta interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari.
Banyak orang yang masih sering tertukar saat membedakan cara terjadinya kedua jenis gerhana ini. Padahal, petunjuk paling sederhana untuk membedakannya dapat dilihat langsung dari nama fenomena tersebut.
Nama dari jenis gerhana sebenarnya menunjukkan objek langit mana yang tampak memudar atau terbenam dalam kegelapan. Berikut penjelasan lengkap mengenai proses terjadinya, jenis, hingga alasan mengapa gerhana tidak terjadi setiap bulan yang dikutip dari laman NASA dan space.com.
Apa Itu Gerhana Matahari?
Gerhana matahari terjadi ketika Bulan bergerak tepat berada di antara Matahari dan Bumi atau dalam posisi Matahari, Bulan, Bumi. Posisi ini membuat Bulan menghalangi pancaran sinar Matahari dan mengarahkan bayangannya ke permukaan Bumi.Fenomena ini hanya dapat terjadi saat fase bulan baru (new moon). Secara astronomis, fenomena ini terjadi karena kebetulan alam yang unik. Meski ukuran Bulan 400 kali lebih kecil dari Matahari, jarak Matahari ke Bumi juga 400 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bulan ke Bumi. Alhasil, keduanya tampak berukuran hampir sama di langit kita.
Jenis-Jenis Gerhana Matahari
Berikut beberapa jenis Gerhana Matahari yang perlu diketahui:1. Gerhana Matahari Total
Fenomena ini terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari, menyisakan lapisan luar Matahari atau korona yang menyala di sekelilingnya.2. Gerhana Matahari Cincin (Annular)
Terjadi saat Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi (apogee). Ukuran Bulan tampak lebih kecil sehingga meninggalkan pinggiran terang menyerupai ‘cincin api’ (ring of fire).3. Gerhana Matahari Parsial
Fenomena ini terjadi ketika Bulan hanya menutup sebagian dari piringan Matahari.Apa Itu Gerhana Bulan?
Berlawanan dengan gerhana matahari, gerhana bulan terjadi saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan atau dalam posisi Matahari, Bumi, Bulan. Bayangan Bumi menghalangi sinar Matahari yang seharusnya memantul ke permukaan Bulan.Gerhana bulan selalu terjadi pada fase bulan purnama (full moon). Saat fenomena ini berlangsung, permukaan Bulan kerap memudar atau memerah akibat penyaringan sinar matahari oleh atmosfer Bumi.
Jenis-Jenis Gerhana Bulan
Berikut beberapa jenis Gerhana Bulan yang perlu diketahui:1. Gerhana Bulan Penumbra
Fenomena ini terjadi ketika Bulan hanya melewati bagian luar bayangan Bumi yang terang (penumbra), sehingga Bulan hanya tampak sedikit redup.2. Gerhana Bulan Parsial
Fenomena ini terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi yang gelap (umbra).3. Gerhana Bulan Total (Blood Moon)
Fenomena ini terjadi ketika seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi dan berubah warna menjadi kemerahan (blood moon).Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
1. Susunan Posisi
Pada gerhana matahari, posisinya adalah Matahari, Bulan, Bumi. Sementara pada gerhana bulan, posisinya berbalik menjadi Matahari, Bumi, dan Bulan.2. Fase Bulan
Gerhana matahari hanya terjadi saat fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan selalu berlangsung pada fase bulan purnama (full moon).3. Waktu dan Durasi
Gerhana matahari terjadi pada siang hari dengan fase total yang relatif singkat atau hanya beberapa menit. Sebaliknya, gerhana bulan terjadi pada malam hari dan dapat berlangsung hingga beberapa jam.4. Area Pengamatan
Gerhana matahari hanya bisa disaksikan dari wilayah yang sangat terbatas di sepanjang jalur bayangan Bulan. Sementara gerhana bulan dapat dilihat dari seluruh wilayah Bumi yang sedang mengalami malam hari.5. Keamanan Pengamatan
Mengamati gerhana matahari secara langsung membutuhkan kacamata atau filter pelindung khusus untuk mencegah kerusakan mata. Adapun gerhana bulan sangat aman untuk dilihat secara langsung dengan mata telanjang.Mengapa Gerhana Tidak Terjadi Setiap Bulan?
Meskipun Bulan mengelilingi Bumi setiap 29,5 hari sekali, gerhana tidak terjadi secara rutin setiap bulan. Hal ini disebabkan oleh kemiringan lintasan atau orbit Bulan sekitar 5 derajat terhadap bidang ekliptika atau lintasan Bumi mengelilingi Matahari.Akibat kemiringan tersebut, Bulan lebih sering melintas di atas atau di bawah bayangan Bumi. Gerhana hanya terjadi dalam rentang waktu tertentu yang disebut musim gerhana (eclipse season), yaitu periode 31 hingga 37 hari yang berlangsung dua kali setahun ketika posisi Bulan, Bumi, dan Matahari benar-benar sejajar di titik potong orbit.
Sobat Medcom, itulah perbedaan mendasar serta fenomena menarik di balik gerhana matahari dan gerhana bulan. Semoga informasi ini menambah wawasan kamu, ya! (Talitha Islamey)