Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Kaleidoskop Pendidikan 2021

Catatan Akhir Tahun PGRI, Mulai Rekrutmen PPPK Hingga Guru Penggerak

Arga sumantri • 28 Desember 2021 12:20
Jakarta: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menerbitkan sejumlah catatan dalam refleksi akhir tahun 2021. Ada sejumlah poin kritis yang diungkapkan PGRI, utamanya terkait kebijakan yang menyangkut guru dan tenaga kependidikan.
 
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, disrupsi teknologi akan mempercepat terjadinya peningkatan kualitas pendidikan. Ini melihat fenomena pendidikan abad 21 yang dihadapkan kenyataan masa pandemi,
 
Menurut salah satu hasil studi, kata dia, anak Indonesia hanya menggunakan 2.5 jam waktunya untuk belajar. Persoalan produktivitas ini diperkirakan memengaruhi 1,5 persen dari GDP Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan penguasaan teknologi dan penyiapan serta penataan infrastruktur teknologi yang baik, maka dapat membantu mengakselerasi kualitas pendidikan kita," ujar Unifah dalam keterangannya, Selasa, 28 Desember 2021.
 
Baca: Catatan KPAI Tentang Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Sepanjang 2021
 
Selama ini, kata dia, terdapat potensi bahaya yang tersimpan cukup lama, namun tidak disadari. Yaitu, pendidikan di Indonesia mengalami stagnasi dalam kualitas sekitar dua dekade terakhir. Dari tahun ke tahun, kata dia, berbagai persoalan pendidikan tidak kunjung terselesaikan secara tuntas. 
 
"Berbagai persoalan pendidikan yang masih membelit bangsa ini seolah menunjukkan bahwa kita tidak pernah serius menata pendidikan itu sendiri," ujarnya.
 
PTM terbatas di Jakarta
Ilustrasi PTM Terbatas di Jakarta. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
 
Ia menyebut, semakin lama, kualitas pendidikan Indonesia tidak semakin baik. Hal itu terlihat dari berbagai ukuran-ukuran internasional mengenai kemajuan pendidikan dan daya saing bangsa seperti penilaian PISA dan TIMMS, selama kurang lebih 20 tahun terakhir tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan.
 
"Seringkali guru dipersalahkan dalam situasi ini padahal mutu pendidikan sangat terkait dengan kebijakan dan kurikulumnya," ungkapnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif