Rinciannya, 2.132 lulusan Program Sarjana (S1), 113 lulusan Program Magister (S2), dan 14 lulusan Program Doktor (S3). Dari jumlah tersebut, sebanyak 729 wisudawan meraih predikat Cum Laude dan 452 lulusan menyelesaikan studi melalui jalur Outcome-Based Education (OBE).
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menegaskan wisuda bukan menjadi akhir perjalanan akademik, melainkan awal bagi lulusan untuk memasuki kehidupan nyata dan mengambil peran di tengah masyarakat.
“Hari ini kita menerima gelar, besok kita membuktikan nilai. Dan sepanjang hidup kita, kita senantiasa memberikan kemanfaatan,” tegas Harun dalam keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2026.
Menurut dia, gelar akademik yang diperoleh para lulusan tidak semestinya hanya menjadi tambahan pada nama, tetapi harus menjadi tambahan peran dan tanggung jawab di masyarakat maupun lingkungan profesi masing-masing.
Dia mengajak para lulusan membawa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS untuk diwujudkan dalam karya nyata yang memberikan manfaat. Pesan tersebut dirangkum melalui tiga kata, yakni Ilmu, Amal, dan Manfaat (IMAM).
“Bawa ilmu dari UMS, wujudkan dalam karya nyata, dan pastikan karya saudara memberi manfaat,” ujar dia.
Harun juga mengingatkan dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi membutuhkan manusia yang memiliki ilmu sekaligus integritas. Lulusan UMS diharapkan mampu hadir sebagai pribadi yang keberadaannya memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Ia menyebut lulusan UMS dapat berkontribusi melalui berbagai profesi, mulai dari guru, dokter, insinyur, pengusaha, birokrat, peneliti, advokat, hingga profesi lainnya. “Jadilah manusia yang kehadirannya mampu membuat kehidupan bermasyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermartabat,” pesan dia.
Harun juga menyinggung perkembangan UMS di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, UMS memiliki 86 program studi, terdiri atas program doktor, magister, profesi, dan sarjana.
Rektor UMS, Harun Joko Prayitno. DOK UMS
Dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, UMS tercatat berada pada rentang peringkat 1.201 dunia. Sementara itu, dalam THE Impact Rankings 2026, UMS berada pada kelompok 401 dunia dari 1.603 institusi perguruan tinggi.
UMS juga mencatat peningkatan dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2026, dari peringkat 74 menjadi peringkat 48 nasional.
Di bidang penelitian, UMS menjadi pelopor berdirinya program riset Rispro LPDP PTMA Berkemajuan sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah proposal terbanyak di Indonesia. Harun mengatakan berbagai capaian tersebut tidak hanya perlu dilihat dari sisi angka, tetapi sebagai hasil dari kolaborasi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan, hingga alumni.
“Saya dorong Anda lari jauh berjamaah, bukan lari cepat sendirian,” ujar dia.
Harun kembali mengajak para lulusan untuk menjaga nama baik almamater, terus belajar, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia, termasuk perkembangan kecerdasan buatan yang terus memengaruhi cara manusia bekerja.
“Hari ini kita menerima gelar, besok kita membuktikan nilai. Dan sepanjang hidup kita, kita senantiasa memberikan kemanfaatan,” tegas dia.
Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, menyampaikan dari 2.259 wisudawan, sebanyak 2.052 orang atau 90,88 persen berasal dari wilayah Jawa, sedangkan 207 orang atau 9,17 persen berasal dari luar Jawa.
Sementara itu, 1.582 wisudawan atau 70,03 persen berasal dari Jawa Tengah dan 677 orang atau 29,97 persen berasal dari luar Jawa Tengah.
Dengan tambahan 2.259 lulusan pada periode ini, jumlah lulusan UMS selama 67 tahun mencapai 184.020 orang, mencakup lulusan D-III, sarjana, profesi, magister, dan doktor.
Lulusan terbaik di tingkat fakultas, Arief Surya Adi. DOK UMS
Lulusan S1 Akuntansi dengan IPK 3,97 sekaligus lulusan terbaik di tingkat fakultas, Arief Surya Adi, mengajak para wisudawan memandang wisuda sebagai awal untuk mengambil peran lebih luas di masyarakat.
Arief menyampaikan perjalanan selama menjadi mahasiswa tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab, kemampuan bekerja bersama, serta ketangguhan dalam menghadapi kegagalan dan tantangan.
Ia juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi diwujudkan dalam kontribusi kepada masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Arief memiliki sejumlah capaian di tingkat internasional, di antaranya meraih medali perak pada World Young Inventors Exhibition 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia; medali perak pada Japan Design Idea Invention Expo 2024 di Tokyo, Jepang; medali perak pada International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition 2025 di Bangkok, Thailand; medali emas pada International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition 2026 di Bangkok, Thailand; dan medali perak pada World Young Inventors Exhibition 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.