Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Pertemuan Jokowi-AHY Dianggap Pemanasan

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 03 Mei 2019 13:37
Jakarta: Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Komandan Komando Tugas Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dinilai baru langkah awal upaya membangun komunikasi politik. Pertemuan itu bisa saja berlanjut ke tahap pembahasan yang lebih serius.
 
"Bisa juga pertemuan itu sebagai pertemuan tahapan awal (pemanasan) untuk melakukan komunikasi tingkat lanjut terkait kemungkinan kerja sama Jokowi dan Demokrat," kata Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno kepada Medcom.id, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Adi mengatakan kerja sama yang dibangun bisa saja dalam bentuk implementasi gagasan Demokrat bila Jokowi terpilih kembali sebagai kepala negara. Kerja sama bisa juga di kabinet dalam bentuk koalisi, atau mengajak Demokrat berada di barisan pendukung pemerintah di Parlemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu mungkin saja terjadi mengingat Jokowi ingin memperkuat barisan politiknya," ujarnya.
 
Namun, yang paling mudah dibaca sementara ini adalah pertemuan itu adalah upaya membangun jembatan antara Jokowi dengan AHY, yang notabene anak dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini penting guna mencairkan suasana politik pemilihan presiden (pilpres) yang masih memanas.
 
"Demokrat agak beda sikap politiknya sikap politik 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) yang mendeklarasikan kemenangan sebelum ada pengumuman resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum)," papar dia.
 
Situasi serupa diyakini terjadi bila membaca pertemuan Jokowi dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Jokowi ingin berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berbeda pilihan di pilpres guna mencairkan suasana.
 
"Tapi tak menutup kemungkinan ada pembicaraan soal gabung koalisi. Semua masih bisa terbuka," pungkas dia.
 
Baca: Jokowi Memperlihatkan Sikap Kenegarawanan
 
Sementara itu, Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Benny Rhamdani, mengatakan jagoannya sejak awal mengimbau partai politik pendukung menyebarkan semangat persatuan Indonesia. Imbauan serupa selalu dipesankan kepada relawan dan tim sukses pasangan calon petahana.
 
Jokowi juga pernah mengatakan tak ada lagi pelabelan pendukungan pasangan calon usai pencoblosan pada 17 April. Seluruh energi harus dikerahkan mendukung upaya persatuan bangsa.
 
"Tidak ada lagi perkumpulan politik dukungan kepada 01 (Jokowi-Ma'ruf) atau 02 (Prabowo-Sandi)," ucap politikus Partai Hanura itu.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif