Ribuan kader dan simpatisan sejumlah parpol pengusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin menghadiri Kampanye Terbuka di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)
Ribuan kader dan simpatisan sejumlah parpol pengusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin menghadiri Kampanye Terbuka di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Serang, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)

Kampanye Terbuka Marak Pelanggaran

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Media Indonesia • 26 Maret 2019 07:36
Jakarta: Kampanye terbuka calon presiden banyak diwarnai pelanggaran. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kini tengah menyelidikinya.
 
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI Rahmad Bagja meminta kepada Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota mengkaji tiap indikasi pelanggaran. Pengumpulan alat bukti yang memperkuat dugaan pelanggaran menjadi fokus.
 
"Masih dalam form A1 pengawasan sehingga mau tidak mau itu harus di-crosscheck lagi kepada fakta yang ada di lapangan," kata Bagja di Gedung Komnas HAM, kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan pendalaman keterangan juga akan diambil dari saksi-saksi yang mengetahui secara pasti pelanggarannya. "Kami cek saksinya, jika ada saksi, bisa kemudian dipanggil tim pelaksana ataupun juga tim kampanye yang bersangkutan," tambah dia.
 
Baca juga:Jokowi Diingatkan Sejarah Hari Santri
 
Salah satu laporan yang telah ia dengar ialah saling olok antara kedua kubu. Namun, ia belum dapat menjelaskan secara detail masalah ini. "Kemarin Pak Jokowi di Serang (Banten) Pak Prabowo di Makassar (Sulawesi Selatan). Jadi, ada beberapa laporan memang dugaan (pelanggaran), tapi masih dalam kajian.''
 
Menurut dia, laporan tersebut belum diketahui apakah melanggar perundangan-undangan atau tidak. Jika dijelaskan secara detail saat ini, justru akan menyulitkan tim pengawas untuk menemukan alat bukti ataupun saksi-saksi, sehingga nanti ketika dimasukkan ke dalam proses pidana pemilu atau pelanggaran administrasi alat buktinya bisa kuat.
 
Hari pertama kampanye terbuka atau kampanye akbar sudah dimulai Minggu (24/3). Capres petahana Joko Widodo bersama cawapres Ma'ruf Amin berkampanye di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten.
 
Sementara itu, capres Prabowo Subianto mengawali kampanye terbuka di Manado, Sulawesi Utara. Selanjutnya, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, berkampanye di Sragen, Jawa Tengah.
 
Anak dan ASN
 
Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar tak memerinci pelanggaran apa yang dilakukan kedua belah pihak. Sejumlah pelanggaran yang dilakukan berupa pelibatan pihak-pihak yang dilarang dalam kampanye seperti anak-anak hingga aparatur sipil negara (ASN).
 
Bawaslu juga menemukan pelanggaran dalam penggunaan alat peraga kampanye (APK). Fritz mengatakan pelanggaran-pelanggaran itu ditemukan baik di kegiatan kampanye paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Banten, maupun kampanye paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Manado, Sulawesi Utara.
 
"Langsung ditindaklanjuti di daerah ya, sebab terjadi di daerah," ujar Fritz. (Insi Nantika Jelita)
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif