Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD--Medcom.id/Ilham Wibowo.
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD--Medcom.id/Ilham Wibowo.

Pernyataan Capres soal Persaudaraan Perlu Ditiru Pendukung

Pemilu debat capres pilpres 2019
Ilham wibowo • 31 Maret 2019 12:16
Jakarta: Pernyataan penutup calon presiden Joko Widodo maupun Prabowo Subianto dalam debat kandidat ronde kedua dinilai perlu ditiru para pendukung. Kedua Capres menyatakan diri saling menjalin persaudaraan.
 
Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan ajang pemilihan umum ini bukan untuk memecah belah persatuan. Komitmen Jokowi dan Prabowo terhadap persatuan bangsa meski berbeda pilihan politik perlu diwujudkan oleh seluruh masyarakat.
 
"Pasti dong, kalau pemimpinnya sudah begitu pendukung masing-masing harus begitu, bersatu bersama," kata Mahfud ditemui dalam acara 'Do'a dan Ikrar Kebangsaan' di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu, 31 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud mengaku menyaksikan detail jalannya debat Capres yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019 malam. Tema yang diperdebatkan kali ini terkait ideologi, pemerintahan keamanan, serta hubungan internasional.
 
"Saya ikuti, Pak Jokowi katakan sering naik sepeda kemudian rantainya putus, tapi persahabatan dengan pak Prabowo dan dengan seluruh anak bangsa yang lain tidak akan pernah putus," ungkap Mahfud.
 
Pernyataan kedua Capres itu dinilai perlu dijadikan momentum persatuan seluruh anak bangsa. Sehingga, Pemilu yang berlaku bagi pada Rabu, 17 April 2017 berjalan dengan penuh perdamaian.
 
"Apa yang kita lakukan ini untuk kebesaran kita sebagai bangsa dan harus bersatu," tuturnya.
 
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menegaskan dirinya tetap menganggap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebagai sahabat. Dalam sesi penutup debat keempat Jokowi mulanya bercerita kepada Prabowo kalau dirinya senang naik sepeda.
 
"Sering ketika naik sepeda rantainya putus. Tapi percayalah kepada saya Pak Prabowo, rantai persahabatan kita, rantai persahabatan saya dan Pak Prabowo yakinlah tidak akan pernah putus," kata Jokowi dalam debat di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Maret 2019.
 
Jokowi juga menegaskan, persahabatan Kiai Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno akan terus terjaga. Posisi yang sama-sama sedang berkontestasi menjadi pemimpin negeri tak boleh memutuskan tali silaturahmi sebagai warga bangsa.
 
Baca: Jokowi Dinilai Menunjukkan Kematangannya Sebagai Pemimpin
 
Jokowi menegaskan, dalam debat dirinya dan Prabowo sering berbeda pendapat. Namun, Jokowi menegaskan esensi debat adalah bagaimana berdiskusi tentang masa depan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
 
"Juga tentang bagaimana mendengarkan dan mencarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan negeri ini," ungkap mantan Wali Kota Solo itu.
 
Prabowo pun menyambut. Prabowo mengaku sangat hormat dengan Jokowi. Prabowo juga meyakinkan kalau dirinya akan tetap bersahabat dengan Jokowi.
 
Bukan hanya Jokowi, Prabowo mengaku masih bersahabat dengan orang-orang di sekeliling Jokowi. Misalnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.
 
"Kita pun tidak akan putus persaudaraan kita. Kita berjuang untuk rakyat sama-sama, biarlah rakyat yang menentukan," kata Prabowo.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif