Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga
Tersangka kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet/MI/Pius Erlangga

Ratna Sarumpaet Dipanggil Bawaslu Besok

Pemilu Kabar Ratna Dianiaya
Fachri Audhia Hafiez • 23 Oktober 2018 19:37
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal memanggil tersangka penyebar hoaks Ratna Sarumpaet. Pemanggilan Ratna terkait pelaporan dugaan pelanggaran kampanye Pemilu 2019.
 
"Besok (Rabu, 24 Oktober 2018), pukul 14.00 WIB kami akan panggil Ratna Sarumpaet sesuai undangan," kata Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.
 
Baca: Ratna Bantah Inisiasi Konferensi Pers Prabowo soal Penganiayaan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bawaslu akan menanyakan seputar kasus penyebaran informasi bohong pengeroyokan Ratna. Informasi yang dibeberkan Ratna akan menjadi kajian Bawaslu menentukan apakah kasus tersebut melanggar unsur kampanye.
 
"Kan di dalam penanganan kita harus bisa mendapatkan peristiwa yang terjadi seperti apa. Maksud dia menyampaikan seperti itu apa, kan yang tahu yang melakukan," jelas Dewi.
 
Timses capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berpeluang diperiksa sebagai terlapor. Namun, Bawaslu masih berfokus pada keterangan yang akan disampaikan Ratna.
 
"Kami beri waktu hingga Kamis (25 Oktober 2018) pada ibu Ratna untuk memenuhi panggilan. Terkait izin kepolisian teknisnya nanti akan kami pertimbangkan," ucap Dewi.
 
Baca: KPU: Kasus Ratna Bukan Pelanggaran Kampanye
 
Bawaslu tetap memeriksa Ratna meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kasus Ratna tak melanggar aturan pemilu. Bawaslu tetap harus membahas kasus bersama beberapa pihak.
 
"Ketika bawaslu waktunya selesai pasti keluar status laporan itu. Jadi status laporan itu pertama bahwa laporan ini kami bahas dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Kalau memenuhi unsur-unsur pelanggaran akan kami teruskan ke kepolisian," beber Dewi.
 
Baca: Staf Ratna Dicecar 35 Pertanyaan
 
Sebelumnya, Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR), relawan Pro Joko Widodo (Projo), dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengadukan dugaan pelanggaran kesepakatan kampanye damai dan antihoaks ke Bawaslu. Pelaporan terkait kebohongan Ratna soal penganiayaan di kawasan Bandung, Jawa Barat.
 
Saat itu, Ratna merupakan anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Calon presiden nomor urut 02 Prabowo bahkan menggelar konferensi pers soal itu.
 
Ratna kemudian mengaku semua cerita itu bohong. Pada Jumat, 21 September 2018, Ratna justru berada di salah satu rumah sakit kecantikan untuk bedah plastik.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif