KPU: Kasus Ratna Bukan Pelanggaran Kampanye
Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiedz
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak melanggar aturan Pemilu Serentak 2019. Kasus yang menyeret Ratna sebagai tersangka tak berkaitan kampanye.

"Pernyataan saya seperti itu, berita hoaks-nya Rata itu bukan kampanye pemilu 2019," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan usai memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca: Ratna Sarumpaet Ditangkap


KPU menyerahkan kasus Ratna pada kepolisian. Ratna dijerat Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 28 Juncto pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sebelumnya, Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR), relawan Pro Joko Widodo (Projo), dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengadukan dugaan pelanggaran kesepakatan kampanye damai dan antihoaks ke Bawaslu. Pelaporan terkait kebohongan Ratna soal penganiayaan di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Baca: Ratna Sarumpaet Ditahan

Saat itu, Ratna merupakan anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Calon presiden nomor urut 02 Prabowo bahkan menggelar konferensi pers soal itu.

Ratna kemudian mengaku semua cerita itu bohong. Pada Jumat, 21 September 2018, Ratna justru berada di salah satu rumah sakit kecantikan untuk bedah plastik.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id