Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Demokrat Abaikan Rizieq Shihab

Pemilu pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 03 Mei 2019 16:06
Jakarta: Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin memastikan Demokrat tidak akan mengikuti Rizieq Shihab yang meminta real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihentikan. Demokrat hanya akan mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku.
 
"Siapa dia (Rizieq Shihab) itu? Tidak ada siapa pun yang berhak menjadi corong undang-undang, kecuali undang-undang itu sendiri," kata Amir saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Rachland Nashidik meminta calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto agar tak mengindahkan saran Rizieq. Apalagi, tanpa melibatkan partai koalisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Prabowo tak perlu menganggap ini titah yang harus dilaksanakan. Apalagi tanpa berkonsultasi dengan anggota koalisi," cuit Rachland lewat akun Twitter pribadinya, @RachlanNashidik, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Menurut Rachland, Demokrat hanya mengingatkan agar Prabowo tak gegabah dalam mengambil keputusan "Demokrat mengingatkan," cuit Rachland.
 
Baca:Ijtimak Ulama Dianggap Lalai Sampaikan Bukti Kecurangan Pemilu
 
Demokrat sepakat berbagai kecurangan selama proses penyelengaraan pemilu perlu diluruskan dan diproses. Namun, bukan dengan mendelegitimasi penyelengara pemilu, apalagi sampai menggulingkan rezim.
 
"Kita tak berniat menjatuhkan pemerintahan," tegas Rachlan.
 
Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menyampaikan pesan pimpinan Shihab. Dari Mekkah, pimpinan Front Pembela Islam itu meminta KPU menghentikan publikasi real count karena hanya membingungkan masyarakat.
 
"Jadi Habib menyarankan agar BPN segera ke Bawaslu dan kita kawal ke KPU, agar BPN itu menghentikan real count, agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat, yang akhirnya membingungkan masyarakat. Itu yang jadi bahaya," ujar Yusuf di acara Ijtimak Ulama III di Bogor, Rabu, 1 Mei 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif