Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

PKS Pasrah Andai Gerindra Memilih `Bercerai`

Pemilu pks partai gerindra pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 26 Juni 2019 13:28
Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi yakin Partai Gerindra bakal menolak tawaran kursi kabinet dari kubu Jokowi. Belum ada riwayat partai utama pengusung capres/cawapres bergabung dengan koalisi penantangnya.
 
"Pertama, saya tidak yakin Gerindra akan mengambil sikap yang demikian," kata Aboe saat dihubungi wartawan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
PKS pasrah apabila Gerindra benar-benar menerima tawaran kursi di kabinet. PKS enggan mengintervensi kebijakan internal partai lain. Namun, anggota Komisi III itu khawatir bergabungnya Gerindra akan menghilangkan fungsi oposisi di pemerintahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika memang itu terjadi, mau bilang apalagi. Saya tidak bisa mengusik dapur orang, biarlah masing masing menentukan dapurnya," ujar Aboe.
 
Baca juga:Johnny Tak Sepakat Gerindra Masuk Kabinet
 
Kata Aboe, bagi PKS sendiri tak masalah berada di pihak oposisi maupun ikut di dalam pemerintahan. Dalam beberapa era pemerintahan PKS sudah berpengalaman sebagai oposisi maupun di dalam pemerintahan.
 
"PKS sudah membuktikan bisa dalam koalisi pemerintahaan seperti saat dengan SBY, bisa juga kita di luar seperti sekarang," ucap Aboe.
 
Aboe berharap peran oposisi tak hilang di dalam pemerintahan. Partai-partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi diharapkan tak tergoda tawaran-tawaran jabatan dari kubu Jokowi.
 
"Jika tidak ada oposisi, mau jadi apa negara ini. Karena tidak ada penyeimbangnya. Jadi fungsi oposisi itu penting, untuk balancing. Jadi sebenarnya posisi ini sangat mulia, karena berfungsi menjaga keseimbangan," pungkasnya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif