Pengusaha Dato' Sri Tahir. (FOTO: dok MI)
Pengusaha Dato' Sri Tahir. (FOTO: dok MI)

Tahir: Konten Pertumbuhan Ekonomi Presiden Jokowi Tepat

Pemilu pertumbuhan ekonomi debat capres cawapres pilpres 2019 Dato Seri Tahir
Ilham wibowo • 13 April 2019 20:49
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai sangat baik lantaran isi konten yang dipilih untuk membangun bangsa. Berbagai program telah dijalankan sebagai pondasi ekonomi negara yang kuat.
 
Pengusaha Dato' Sri Tahir mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen yang dicapai pada 2018 bukan hanya sekadar angka persentase. Fokus yang dicanangkan Jokowi dalam membangun infrastruktur dinilai bisa membawa dampak percepatan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
"Growth satu negara itu suatu yang relatif dan bukan absolut. Jadi kalau saya lihat bahwa Indonesia menikmati 5,17 persen itu kontennya apa, kita semua tahu isinya adalah infrastruktur dan bahwa itu yang tepat," kata Tahir di studio Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendiri Mayapada Group ini menilai prioritas terhadap infrastruktur dilakukan dengan cara yang baik untuk bangsa Indonesia saat ini. Pertumbuhan ekonomi besar tetapi tidak memikirkan konten pembangunan, kata Tahir, malah membawa dampak buruk bagi negara.
 
"Kalau itu isinya tujuh persen tapi konsumtif malah itu yang mencelakakan negara. Menurut saya isi growth ini yang penting. Pak Jokowi telah memilih yang tepat," ujarnya.
 
Tahir melanjutkan konten program Presiden Jokowi yang juga fokus terhadap kesejahteraan sosial juga menjadi perhatian penting di samping angka pertumbuhan ekonomi. Sila ke lima Pancasila pun diimplementasikan sangat tepat dengan memastikan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia terpenuhi.
 
Bantuan sosial hingga yang disalurkan hingga 28 Februari tercatat sebesar Rp23,6 triliun. Angka ini setara 24,31 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp102 triliun.
 
"Dana bansos tidak hanya dipusatkan pada Jawa tapi pada seluruh daerah, sehingga sekarang orang Papua bisa menikmati harga bensin sama dengan Jawa, orang jawa tidak harus menikmati privilage kekayaan semua negara ini," ucap filantropis ini.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif