Pertumbuhan tersebut tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) yang mencapai Rp13.580,5 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12.920,5 triliun.
"Sepanjang 2025, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis, 5 Februari 2026.
Konsumsi rumah tangga masih jadi motor utama
BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).Dari sisi pengeluaran, kontribusi kedua komponen ini secara akumulatif mencapai 82,65 persen.
"Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan,” jelasnya.
Secara rinci, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen. Sepanjang 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel yang mencapai 6,38 persen, seiring meningkatnya aktivitas wisata pada periode libur akhir tahun.
| Baca juga: Ramalan Bank Dunia: Pertumbuhan Global 2026 Naik Tipis Meski Dihantui Tarif |
Investasi dan PMTB ikut menguat
PMTB menjadi kontributor kedua terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumbangan 1,58 persen. Secara keseluruhan, PMTB tumbuh 5,09 persen sepanjang 2025.Pertumbuhan tertinggi pada komponen ini berasal dari subkomponen mesin dan perlengkapan yang melonjak 17,99 persen, didorong oleh peningkatan impor barang modal serta menguatnya produksi industri mesin dalam negeri.
Kinerja ekspor beri tambahan dorongan
Selain konsumsi dan investasi, net ekspor turut menyumbang 0,74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang 2025, ekspor Indonesia tumbuh 7,03 persen, ditopang oleh peningkatan ekspor barang nonmigas dan jasa.Sejumlah komoditas nonmigas mencatat kenaikan nilai dan volume ekspor, di antaranya lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Struktur PDB masih didominasi konsumsi
Berdasarkan distribusi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memiliki porsi terbesar dalam struktur PDB, yakni 53,88 persen. Sementara itu, PMTB menyumbang 28,77 persen, dan ekspor berkontribusi 22,85 persen terhadap total PDB.Industri pengolahan jadi penopang lapangan usaha
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025.Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen, sedangkan sektor pertanian mencatat pertumbuhan 5,33 persen dan berkontribusi 0,60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Pertumbuhan ini didorong oleh membaiknya industri penghasil komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News