Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Foto: MI/Susanto
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Foto: MI/Susanto

Ucapan Selamat Pemimpin Dunia Tunjukkan Pemilu Jurdil

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 08 Mei 2019 04:00
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut Pemilu Serentak 2019 telah diakui dunia. Hal ini menyusul apresiasi sejumlah pemimpin dunia terhadap gelaran pemilu di Indonesia.
 
“Ucapan selamat itu menunjukkan pemilu presiden dan pemilu legislatif di Indonesia berlangsung jujur, adil, transparan, aman dan demokratis, sesuai dengan standar internasional,” kata Karding di Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Adapun pemimpin dunia yang memberi selamat atas penyelenggaran Pemilu Serentak 2019 di antaranya, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-Beom, dan Menteri Luar negeri Thailand Don Pramudwinai. Kemudian, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Kristensen, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, serta Presiden International Foundation of Electoral System Anthony Banbury.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karding menilai, pengakuan dunia ini justru bertolak belakang dengan pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto yang mengeluh dan menuding pemilu berlangsung penuh kecurangan. Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara dengan sejumlah perwakilan negara asing serta media asing.
 
Menurut Karding, pernyataan Prabowo itu malah terlihat sebagai upaya mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu 2019 yang sangat bertolak belakang dengan fakta.
 
"Bahwa Pilpres dan Pileg berlangsung jujur, adil, transparan, aman, dan demokratis, sehinggamendapat pujian dari banyak pemimpin dunia,” ujar Karding.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini heran, Prabowo yang awalnya mendeklarasikan diri menang dalam pilpres dengan perolehan suara 62 persen kini banting setir, menuding pemilu penuh kecurangan. Karding meminta Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk melaporkan kecurangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
“Ini bagaimana, katanya menang, tapi kok menuduh pemilu curang. Jangan-jangan karena tidak bisa membuktikan kemenangan, kini beralih ke narasi curang. Ya kalau punya bukti pemilu curang bawa ke Bawaslu, jangan berkeluh kesah kepada asing,” ucap Karding.
 
Baca:Pemilu 2019 Dinilai Sudah Transparan
 
Jokowi-Ma’ruf serta TKN, lanjut Karding, saat ini hanya fokus melanjutkan konsolidasi pasca pemilu. Apalagi, menurut dia, kepercayaan publikkepada institusi-institusi demokrasi harus diperkuat.
 
"(Caranya) dengan melanjutkan konsolidasi demokrasimelalui reformasi sistem kepartaian, pemilu dan lembaga perwakilan,” pungkas Karding.
 
Prabowo sebelumnya mengundang sejumlah media asing dalam press briefing tertutup di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019 sore. Berdasarkan keterangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, media internasional yang diundang dalam pertemuan itu antara lain Reuters, Asahi Shimbun, Bloomberg, AFP, Al Jazeera, NHK, Nikkei, AP, SMH, VOA, dan Anadolu.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif