Jakarta: Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut hal itu merupakan potensi besar dan harus terus dikembangkan.
"Untuk kepentingan dalam negeri, maupun eksport kita dorong. Mungkin akan kita kembangkan semacam halal industri estate," kata Ma'ruf di Graha Alam Indah, Condet, Jakarta Timur, Sabtu 11 Mei 2019.
Baca Juga:
Ma'ruf Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional
Industri halal, kata dia, merupakan pintu masuk untuk perekonomian berbasis syariah lain. Ma'ruf menyebut saat ini kategori ekonomi syariah belum punya wadah. Ke depan, ia mengusulkan segmentasi pengembangan terkait ekonomi tersebut.
"Supaya ada badan yang menangani seperti (Badan Ekonomi Kreatif) Bekraf, lalu ada semacam badan pengembangan ekonomi dan pengembangan syariah. Sekarang kan belum ada lembaga khusus yang menangani, jadi nanti kedepan supaya lebih fokus," kata Ma'ruf.
Salah satu sasaran industri halal dan ekonomi syariah yakni wisatawan muslim di seluruh dunia. Data 2018, ada 140 juta wisatawan muslim di dunia.
Baca Juga:
Menggali Potensi Ekonomi Syariah Indonesia
Potensi bisnis halal dipandang menggiurkan dan bisa memberi pemasukan ke negara. Mengingat uang yang dihabiskan 140 juta wisatawan menyentuh angka USD3 miliar.
Jumlah turis muslim dunia pun bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2020, diperkirakan jumlah turis muslim dunia mencapai 158 juta jiwa.
Pemerintah sadar dengan potensi tersebut. Pemerintah menargetkan sebanyak 5 juta wisatawan yang berkunjung ke objek wisata halal di Indonesia.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/8N0MjWEb" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((ADN))