Presiden Joko Widodo usai pertemuan dengan petinggi partai politik di Menteng, Jakpus. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.
Presiden Joko Widodo usai pertemuan dengan petinggi partai politik di Menteng, Jakpus. Foto: Medcom.id/Damar Iradat.

Jokowi Dapat Selamat dari Mahathir hingga Erdogan

Pemilu pemilu serentak 2019
Damar Iradat • 18 April 2019 17:42
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengaku mendapatkan ucapan selamat dari sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan karena Indonesia sukses melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara serentak. Jokowi sudah menerima telepon dari 22 kepala negara.
 
Petinggi dunia yang mengontak Jokowi antara lain Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menghubungi Jokowi siang tadi.
 
"Juga 22 negara lainnya yang telah memberi selamat atas diselenggarakannya pemilu serentak. Selamat untuk masyarakat Indonesia atas keberhasilan pemilu 17 April kemarin," kata Jokowi di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, para kepala negara itu kagum atas keberhasilan Indonesia melaksanakan pemilu presiden dan legislatif secara bersamaan. Apalagi, Indonesia merupakan negara besar dengan banyak pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
 
"Ini pemilu yang sangat besar, rumit, karena ada di 17 ribu pulau, ada 800 ribu TPS (tempat pemungutan suara). Ini sebuah pemilu besar yang kalau mungkin negara lain melihat itu betul-betul sangat kagum dan tingkat partisipasi yang hampir 81 persen itu juga sesuatu yang sangat tinggi sekali," ujar dia.
 
Saat disinggung apakah para pimpinan negara itu juga mengucapkan selamat karena Jokowi bersama Ma'ruf Amin unggul dalam hasil hitung cepat, calon presiden petahana itu tidak mengelak. "Iyalah," singkat dia.
 
Baca: Jokowi-Ma'ruf Sukses Gerus Suara Prabowo
 
Pemilu serentak telah dilakukan pada Rabu, 17 April 2019 kemarin. Dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan suara rata-rata di atas 54 persen, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekitar 44 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Dia mengeklaim pihaknya sebagai pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Sementara itu, Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif