Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017 Sigit Pamungkas - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017 Sigit Pamungkas - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Timses Diminta Menggiring Publik ke Politik Gagasan

Pemilu pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 05 Januari 2019 13:37
Jakarta: Pentas kontestasi Pemilu 2019 saat ini masih seputar isu-isu non produktif di antara kedua pasangan calon. Perdebatan publik saat ini lebih banyak pada isu-isu non produktif seperti hoaks dan SARA. 

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017 Sigit Pamungkas miris melihat saat ini justru publik digiring pada isu yang tidak mungkin lagi diperdebatkan. Seperti, SARA yang tidak bisa lagi diganggu gugat di Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kebhinnekaan dan pluralisme. 

"Publik itu harus digeser dari sesuatu yang tidak mungkin diperdebatkan. Makanya digeser pada sesuatu yang bisa didebat. Yaitu ide, itu harus didiskusikan ke publik," kata Sigit dalam diskusi ' Menuju Pemilu Bermutu' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Politik dengan mengedepankan ide dan gagasan, bukan saja memberikan pelajaran pendidikan politik. Tetapi, memiliki pengaruh jangka panjang dalam iklim perpolitikan Indonesia.  (Baca juga: Kubu Jokowi-Ma'ruf Tantang Prabowo-Sandi Adu Gagasan)

Sebaliknya, hoaks yang dielaborasi dengan politik bukan saja menciptakan iklim politik yang buruk, tetapi juga tidak menjawab persoalan bangsa. Ini yang mesti menjadi tugas tim sukses dan pemenangan masing-masing calon untuk mulai menggiring publik ke politik gagasan dan ide. 

"Oleh karena itu tim kampanye bisa mengendalikan diri," ucap dia. 

Di sisi lain, peran Bawaslu dan KPU harus lebih dioptimalkan. Penyelenggara pemilu harus responsif menanggapi isu-isu publik yang berpotensi mengganggu jalannya kondusifitas penyelenggaraan pemilu. 
Menurutnya, tantangan KPU dan Bawaslu saat ini lebih berat dari pemilu sebelumya. 
"Contoh penggunaan media sosial saat ini masif, perubahan konteks harus direspons oleh penyelenggara pemilu," pungkas dia. 

(Baca juga: Dua Bulan Kampanye Masih Didominasi Gimik)




(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi