Ilustrasi-- Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Ilustrasi-- Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KPU: Total 91 Petugas KPPS Meninggal

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 22 April 2019 19:28
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus membarui jumlah petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia maupun sakit. Total per Senin 22 April tercatat 91 petugas KPPS meninggal dunia.
 
"Jumlah update terakhir petugas penyelenggara pemilu yang tertimpa musibah itu sebanyak 90 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019.
 
Jumlah korban meninggal dan sakit tersebar di 19 provinsi. Sebagian besar sakit karena kelelahan. Terbanyak ada Provinsi Sulawesi Selatan dengan 130 kasus, disusul Sulawesi Tengah dengan 85 kasus, dan Jawa Tengah 58 kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi hal ini, KPU telah membahas secara internal untuk pemberian santunan kepada korban dan keluarganya. KPU menghitung jumlah asuransi yang akan diberikan dengan catatan yang telah termaktub dalam regulasi.
 
Baca juga:Santunan Anggota KPPS Tunggu Usulan KPU
 
"Kami besok merencanakan akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan," jelas Arief.
 
Komisioner KPU lainnya, Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya tidak akan berdiam diri dalam menanggapi banyaknya petugas KPPS yang menjadi korban dalam menjalankan tugas. KPU akan memberikan santunan bagi keluarga korban.
 
Ke depan, Wahyu mengatakan akan mengusulkan kepada pemerintah dan DPR agar petugas KPPS diberi tunjangan dan asuransi. Hal ini diperlukan bagi para pejuang pesta demokrasi di lapangan.
 
"Sudah saatnya negara memperhatikan jaminan kesehatan badan penyelenggara pemilu ad hoc karena volume pekerjaan mereka yang luar biasa berat," ujar Wahyu ketika dihubungi, Minggu, 22 April 2019.

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif