Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan petinggi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Negara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

SBY Buka Tujuan Pertemuan Jokowi-AHY

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Antara • 28 Mei 2019 08:20
Jakarta: Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu tidak terkait dengan silang pendapat penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Keduanya membahas isu kebangsaan.
 
“Materi yang dibahas adalah berkaitan dengan permasalahan bangsa dan negara, sama sekali tidak terkait dengan silang pendapat penghitungan suara oleh KPU,” kata SBY melalui rekaman video yang diterima wartawan di Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Dia menjelaskan pertemuan tersebut bermula ketika Menteri Sekretariat Negara Pratikno menyampaikan kepada AHY bila Presiden Jokowi ingin bertemu. Menurut SBY, AHY sebagai warga negara yang menghormati pemimpinnya, tidak ada alasan AHY untuk tidak memenuhi permintaan Presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dalam pertemuan itu, AHY tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan juga tidak merepresentasikan kubu capres (calon presiden) Prabowo Subianto, ujar Presiden ke-6 itu.
 
SBY mengaku diberitahu AHY dua hari sebelum pertemuan itu dan dirinya membenarkan niat putranya untuk memenuhi permintaan bertemu Presiden. Dia mengatakan setelah pertemuan berlangsung, AHY menyampaikan kepada dirinya bahwa substansi yang dibicarakan baik, tidak ada kaitannya dengan jabatan dan kursi di pemerintahan.
 
“Dalam pertemuan itu juga disampaikan harapan Presiden Jokowi untuk memelihara komunikasi dengan saya. Harapan itu sama dengan substansi pertemuan beliau bersama para mantan presiden seperti Pak Habibie dan Ibu Megawati,” jelas dia.
 
Baca: AHY Diminta Menjembatani Komunikasi Jokowi-SBY
 
SBY mengaku setelah pertemuan, Komandan Kogasma itu dirundung atau bully secara sadis dan kejam. Menurut dia, dari pola serangan itu, dirinya tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Hal itu akibat perbedaan sikap Demokrat dengan pihak tertentu.
 
“Memang ada yang bersikap tabu dan dilarang keras pihak 02 berkomunikasi dengan pihak 01 atau sebaliknya. Barangkali ada yang bersumpah tidak akan berkomunikasi dan berkawan selamanya,” ujar dia.
 
Dia mempersilakan apabila ada pihak yang berpendapat seperti itu. Demokrat berprinsip dalam kompetisi, ikhtiar dan perjuangan untuk menang harus dilakukan, tetapi setelah selesai tidak berarti harus putus hubungan selamanya.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif