Saling `Bunuh` di Dapil Neraka
Politikus PDIP Masinton Pasaribu. Foto: Medcom.id/M. Rodhi Aulia.
Jakarta: Daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II disebut sebagai dapil neraka bagi calon legislator DPR pada Pemilu 2019. Sebab dapil yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri itu diperebutkan oleh nama-nama beken.
 
Merujuk data Komisi Pemilihan Umum (KPU), ada 91 caleg yang bertarung di dapil itu untuk memperebutkan tujuh kursi. Artinya, 84 caleg dipastikan tak melenggang ke Senayan.
 
Di antara 91 caleg, ada sejumlah tokoh yang populer dan memiliki elektabilitas tinggi. Seperti, Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, politikus Gerindra Biem Benjamin, Politikus NasDem Okky Asokawati, politikus muda dari Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany, dan politikus PDIP Eriko Sotarduga. Selain itu ada nama Liliana Tanoesoedibjo yang merupakan istri Ketua Umum Partai Perindo Hari Tanoesoedibjo.
 
Masinton Pasaribu sadar dirinya tidak mudah melenggang ke Senayan. Selain harus menyingkirkan banyak nama beken, dirinya juga harus berkompetisi melawan kawan satu partainya, Eriko Sotarduga yang saat ini menjabat anggota DPR.
 
Menurut Masinton, setiap caleg punya segmen pemilih masing-masing. Masinton menyebut dirinya punya konstituen yang plural.
 
"Baik itu latar belakang sosial, ekonomi, atau pendidikan. Jadi relasi yang saya bangun itu cakupannya luas, tidak eksklusif," kata Masinton kepada Medcom.id, Rabu, 24 Oktober 2018.
 
Masinton menargetkan 100 ribu suara di Pileg 2019. Ia tak muluk-muluk membentuk citra diri untuk meraih suara. "Apa yang saya sudah kerjakan saja. Makanya, saya pakai tagline 'Tegas Merakyat'," kata Masinton.
 
Masinton mengaku memanfaatkan 'Rumah Aspirasi Masinton' untuk berdialog dengan konstituen. "Itu sebagai tempat atau wadah melakukan interaksi komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat," ujarnya.

Baca: Johan Budi dan Ibas Berebut Kursi di 'Dapil Neraka'


Melalui rumah aspirasi, Masinton mengaku bisa menghimpun dan membuat kegiatan dengan masyarakat. Tempat itu juga diklaim bisa jadi sarana menampung aspirasi warga.
 
"Jadi itu salah satu modal sosial dan modal politik selama saya jadi anggota DPR terhadap konstituen di dapil," kata Anggota Komisi III DPR itu.
 
Pada Pemilu 2014, kata dia, PDIP meraih dua kursi dari dapil itu. Ia dan partai mematok target menambah jumlah kursi yang didapat.
 
"Kami berharap seiring dengan hasil berbagai lembaga survei peningkatan suara PDIP secara nasional, tentu menargetkan perolehan suara dan kursi di Dapil DKI II bisa bertambah," kata dia.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id