Neno Warisman (tengah) di pelataran masjid di Balai Kota Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.
Neno Warisman (tengah) di pelataran masjid di Balai Kota Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Puisi Neno Warisman Dinilai Berbahaya

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Siti Yona Hukmana • 25 Februari 2019 05:28
Jakarta: Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi menyebut puisi Neno Warisman pada Malam Munajar 212 bermuatan politis. Neno dinilai telah mencapuradukan masalah agama ke ranah politik.
 
"Isi puisi tersebut telah membawa agama ke dalam ranah politik, yang dapat memecah belah umat Islam dari polarisasi politik yang semakin tajam," kata Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi melalui keterangan tertulis, Jakarta, Minggu, 25 Februari 2019.
 
Menurut dia, dalam sejarah Islam isi puisi Neno Warisman sangat berbahaya. Sebab, dapat menjadi petaka (nakbah).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal serupa pernah dilakukan oleh Kaum Khawarij di masa lalu, karena mengatasnamakan Allah untuk sekadar memuaskan nafsu politik," kata ketua Bidang Hubungan Antar-Agama Baitul Muslimin Indonesia itu.
 
Puisi Neno Warisman juga dinilai telah mempolitisasi Allah. Hal ini jelas tidak dibenarkan oleh agama manapun.
 
"Semua makhluk akan menyembah Allah karena fitrah manusia begitu dekat dengan Tuhannya (hablum minallah). Maka dari itu, hindarilah cara-cara mempolitisasi Allah ala kaum Khawarij, karena Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang," ucap dia.
 
(Baca: Neno Warisman Dianggap Terjebak Fanatisme Politik)
 
Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk DPR RI dari PDI Perjuangan ini berharap perhelatan politik lima tahunan diisi dengan adu program, argumen, gagasan. Bukan sebaliknya yang memperluas friksi dan polarisasi dengan membawa-bawa agama.
 
"Mayoritas muslim di Indonesia adalah mereka yang beragama secara moderat dan toleran. Mereka paham betul antara domain ibadah dan domain politik. Sejatinya ibadah kita kepada Allah justru untuk memperkuat persaudaraan. Puisi Neno Warisman jelas sangat berbahaya, karena merusak hablum minallah sekaligus hablum minannas," pungkas Gus Mis.
 
Puisi Neno Warisman yang dibacakan saat acara Malam Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Februari 2019 menuai kontroversi. Masyarakat Indonesia menilai, puisi Neno telah mendahului ketentuan Tuhan karena menghakimi keagamaan seseorang.
 
Dalam salah satu bait puisi, Neno menyebutkan 'Jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah tak ada lagi yang menyembah-Mu'. Kata itu menyiratkan seolah-olah pihak pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak ada yang beragama.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif