Neno Warisman (tengah) di pelataran masjid di Balai Kota Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.
Neno Warisman (tengah) di pelataran masjid di Balai Kota Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno.

Neno Warisman Dianggap Terjebak Fanatisme Politik

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Nur Azizah • 23 Februari 2019 15:44
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyebut Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman, terjebak fanatisme Politik. Hal ini bermula ketika Neno berdoa agar Prabowo-Sandi dimenangkan dalam Pilpres 2019.
 
"Bagi saya Neno sedang terjerat dalam fanatisme politik," kata Karding, Jakarta, Sabtu, 23 Februari 2019.
 
Menurut dia, salah bila publik menganggap Neno terlalu fanatik terhadap agama. Pasalnya, orang yang fanatik agama pastinya mengerti betul tentang nilai-nilai esensial yang diajarkan agama, seperti menghargai, menghormati, dan menjaga perasaan sesama manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, doa yang digunakan Neno mirip dengan doa Nabi Muhammad saat Perang Badar. Namun, Perang Badar dan pilpres jauh berbeda. Perang Badar adalah pertikaian antara umat Islam dengan kafir Quraisy.
 
Sementara itu, dalam doanya, Neno sempat takut tidak akan ada lagi yang menyembah Allah bila timnya kalah. Padahal, kedua kubu yang bertarung di Pilpres 2019 sama-samapenyembah Allah.
 
"Pilihan diksi dalam ucapannya tampak sekali dibuat untuk menggiring opini publik. Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah, sedangkan kelompok lain yang berseberangan bukan penyembah Allah," ujar Karding.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai doa Neno seolah menyebut kelompoknya yang paling benar. Ia menganggap doa Neno tidak pantas disebut sebagai doa, melainkan orasi politik berkedok agama.
 
Baca: Ma'ruf: Jangan Samakan Pilpres dengan Perang Badar
 
"Ucapannya bukan saja mendiskreditkan kelompok yang berlainan politik dengannya tapi bahkan juga berani mendikte dan mengancam Tuhan," pungkas dia.
 
Kamis, 21 Februari 2019, Neno sempat membacakan puisi di Munajat 212. Acara itu digelar di Monas, Jakarta Pusat.
 
"Namun, kami mohon jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak, cucu kami dan jangan, jangan kau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan kami, (kami) khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu," begitu kutipan doa yang dibacakan Neno.
 
Doa yang dipanjatkan Neno pun sempat viral dan menjadi perbincangan di dunia maya. Banyak tokoh muslim yang menentang doa Neno lantaran dianggap tidak pantas.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif