Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Ketua MK Anwar Usman (tengah). Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Ketua MK Anwar Usman (tengah). Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

MK: Kami Pertanggungjawabkan Putusan kepada Allah

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez, Kautsar Widya Prabowo • 27 Juni 2019 12:58
Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan hanya takut kepada Allah SWT. Hal ini ditekankan saat memulai sidang pembacaan putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
 
"Kami akan mempertanggungjawabkan putusan kepada Allah," kata Ketua MK Anwar Usman dalam ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Menurut dia, MK membuat keputusan dengan memperhatikan perintah Allah dalam Alquran surah An-Nisa ayat 58 dan An-Nisa ayat 135, serta surah Al-Maidah ayat 8. Ayat-ayat ini berisikan soal penegakan hukum dan keadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anwar mengaku berusaha sedemikian rupa untuk mengambil putusan berdasarkan fakta-fakta yang terbukti di dalam persidangan. Namun, dia menyadari keputusan tak mungkin memuaskan semua pihak.
 
"Untuk itu jangan menjadi (putusan) sebagai ajang saling gugat dan fitnah," tegas Anwar.
 
Sebelumnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melayangkan gugatan hasil Pilpres 2019 ke MK. Dalam pokok permohonannya, Prabowo menuding sebanyak 21 juta suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin bermasalah.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejatinya menetapkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapatkan 85 juta suara atau 55,5 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi meraih 68 juta suara atau 44,5 persen dukungan.
 
Penghitungan suara dituduh ditetapkan melalui cara tak benar dan melawan hukum. Jokowi sebagai calon presiden (capres) petahana dianggap menyalahgunakan kewenangannya sebagai presiden.
 
Baca: Ketua DPR Minta Semua Pihak Menghormati Putusan MK
 
Kubu Prabowo mengeklaim pelanggaran pemilu terstruktur, sistematis, dan masif. Kondisi ini dianggap melanggar prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil).
 
Prabowo cs menyebut Jokowi-Ma'ruf seharusnya hanya mendapatkan 63,5 juta suara atau 48 persen dukungan. Sementara itu, Prabowo-Sandi mengantongi 68,6 juta suara atau 52 persen dukungan.
 
Prabowo-Sandi memohon dimenangkan di Pilpres 2019 kepada MK. Pasangan nomor urut 02 mengharapkan MK mendiskualifikasi Jokowi-Ma’ruf atau setidaknya memerintahkan KPU mengadakan pemungutan suara ulang.
 
MK pun bakal menjadi panggung terakhir Pilpres 2019 yang berlangsung panas. Putusan akhir perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 akan dibacakan MK siang ini.
 
Saksikan Pengucapan Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2019, LIVE melalui:
 
Medcom ID:video.medcom.id/streaming
 
YouTube Medcom ID:https://bit.ly/2RDLiiQ
Facebook Medcom ID:https://bit.ly/2RGthQW
 
Metrotvnews:medcom.id/live
YouTube Metrotvnews:https://bit.ly/2KFfzwQ
Facebook Metro TV:https://bit.ly/2RCFKVz
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif