Ilustrasi: Sidang di MK. Foto: MI/Susanto
Ilustrasi: Sidang di MK. Foto: MI/Susanto

Kubu Prabowo Minta MK Pertimbangkan Bukti Tautan Berita

Pemilu gugatan ke mk sengketa pilpres pilpres 2019
Faisal Abdalla, Fachri Audhia Hafiez • 14 Juni 2019 10:34
Jakarta: Kuasa hukum pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memaparkan dalil-dalil gugatan dalam sidang perdana perselihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Kubu Prabowo memohon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan dalil tautan berita dipertimbangkan menjadi alat bukti di persidangan.
 
Kuasa hukum pasangan 02, Denny Indrayana, menyampaikan bukti tautan berita menguatkan dalil telah terjadinya kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Kubu Prabowo menyadari faktor kunci di sidang gugatan MK ialah soal pembuktian.
 
"Kami jelaskan bahwa bukti-bukti yang kami sampaikan bukan hanya atau tautan berita semata tetapi juga berbagai bukti pendukung yang menguatkan dari adanya kecurangan pemilu yang TSM yang dilakukan pasangan 01," kata Denny dalam persidangan di Mahkamah Konstisusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuasa hukum menilai bukti tautan berita sah sebagai alat bukti sesuai Pasal 36 ayat 1 UU MK Tahun 2003. Huruf f pasal tersebut menyebutkan: 'alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan, dikirimkan, diterima, atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu'. Pasal 36 ayat 4 menyebutkan: 'Mahkamah Konstitusi menentukan sah atau tidak sahnya alat bukti dalam persidangan Mahkamah Konstitusi'.
 
"Tentang tautan berita perlu pula ditegaskan itu adalah alat bukti yang keabsahan kami serahkan sepenuhnya kepada majelis konstitusi melihat dengan tetap menyerahkan penilaian alat bukti kepada majelis hakim," ujar Denny.
 
Kuasa hukum mengatakan tautan berita tidak bisa dijadikan alat bukti pandangan yang keliru. Kubu Prabowo telah mengumpulkan bukti-bukti tautan berita yang memperkuat adanya kecurangan pemilu yang TSM. Tautan berita disadur dari media-media massa yang tidak diragukan kredibiltasnya.
 
"Berita itu kami ambil dari media massa utama yang tidak diragukan kredibilitasnya seperti Kompas, tempo Detikcom, Tirto(dot)id, dan Republika," ucap Denny.
 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif