Aplikasi e-Jiwa Jaring Ratusan Penderita Gangguan Jiwa
Puskesmas Cilandak luncurkan aplikasi e-Jiwa - Medcom.id/Husen Miftahudin
Jakarta: Aplikasi e-Jiwa yang diluncurkan Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, telah menjaring ratusan warga yang mengalami permasalahan pada kesehatan jiwanya. Dari sekitar 6.000 warga Kecamatan Cilandak yang diperiksa, ada sebanyak 200 warga berkategori merah dan 100 orang berkategori kuning.

Dalam pemeriksaan kesehatan jiwa melalui aplikasi e-Jiwa, hasilnya berupa tiga kategori warna yakni hijau, kuning, dan merah. Hijau menunjukkan warga yang diperiksa dalam kondisi sehat, kuning mengalami gangguan sedang, dan merah dalam kondisi gangguan kejiwaan berat.


"Sampai sekarang kalau enggak salah ada sekitar 6.000 warga yang sudah di-screening (pemeriksaan kesehatan jiwa) dan akan terus bertambah. Dari jumlah itu ditemukan merah sekitar 200-an, sedangkan yang kuning sekitar di bawah 100. Merah ditemukan lebih banyak ketimbang kuning," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Luigi kepada Medcom.id, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Desember 2018.

Inovasi aplikasi e-Jiwa diluncurkan Puskesmas Kecamatan Cilandak di akhir Mei 2018. Pada evaluasi dua pekan pertama pelaksanaan e-Jiwa, mayoritas penderita gangguan jiwa berusia produktif, rentang usia 25-35 tahun.

(Baca: Puskesmas Cilandak Lacak Penderita Gangguan Jiwa Lewat Aplikasi)

"Di evaluasi dua minggu pertama, dari 1.025 warga yang diperiksa, 32 orang di antaranya kategori merah. Menariknya, dari yang merah itu kebanyakan usia 25-35 tahun. Artinya, usia produktif saat ini paling rentan terhadap kesehatan jiwanya," ungkap Luigi.

Menariknya lagi, sambung Luigi, penderita gangguan kejiwaan merasa tak sadar bahwa dirinya mengalami gangguan pada kesehatan jiwanya. Ada pula warga yang mengalami gangguan jiwa lantaran punya penyakit fisik yang mendasari seperti penyakit hipertensi, gula, kolesterol, jantung, dan lainnya.

"Dengan e-Jiwa ini komprehensif, kita harapkan semua terintegrasi sehingga bisa cepat pelayanannya. Ketahuan ia bermasalah (kesehatan jiwa), langsung kita tangani. Kita juga kontrol terus agar masyarakat itu sehat fisiknya dan sehat jiwanya," jelas dia.

Dalam dua hingga tahun ke depan, Luigi menargetkan seluruh warga Kecamatan Cilandak berusia produktif sudah diperiksa kesehatan jiwanya. Saat ini, warga yang berdomisili di Kecamatan Cilandak ada sekitar 200 ribu jiwa.

"Mungkin yang akan di-screening di bawah 100 ribuan orang, karena kita hanya menyasar warga yang benar-benar tinggal di Cilandak dan menyasar usia produktif, di atas 15 tahun," tutup Luigi.



(JMS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id