Puskesmas Cilandak Lacak Penderita Gangguan Jiwa Lewat Aplikasi

Husen Miftahudin 02 Desember 2018 01:24 WIB
pemilu serentak 2019
Puskesmas Cilandak Lacak Penderita Gangguan Jiwa Lewat Aplikasi
Kegiatan Puskesmas Cilandak - Medcom.id/Husen Miftahudin
Jakarta: Puskesmas Kecamatan Cilandak punya cara jitu mendeteksi penderita gangguan jiwa warganya. Melalui aplikasi e-Jiwa, penderita gangguan jiwa yang ada di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, bisa segera ditangani secara intensif.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Luigi mengatakan aplikasi e-Jiwa berbasis sistem Android. Aplikasi tersebut berisi kuesioner deteksi dini gangguan jiwa atau self regulation questionnare (SRQ)-29 milik Organisasi Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO).


"Pertanyaan-pertanyaannya (kuesioner) itu seputar gangguan perasaan, gangguan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), gangguan psikosis, gangguan jiwa yang berat, dan gangguan jiwa posttraumatic (stres pascatrauma)," ujar Luigi kepada Medcom.id, Jakarta Selatan, Sabtu, 1 Desember 2018.

Kuesioner tersebut dibawa oleh tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (KPLDH-PISPK) saat pemeriksaan kesehatan di setiap rumah warga. Tim itu sudah terlatih, lengkap dengan kemampuan konseling untuk mendeteksi dini gangguan jiwa seseorang.

Luigi melanjutkan, sasaran kuesioner tersebut adalah usia produktif, yakni di atas 15 tahun. Hasil kuesioner juga akan langsung diketahui setelah warga selesai menjawab. Terdapat tiga kategori warna terhadap hasil pengecekan gangguan kejiwaan yakni hijau, kuning, dan merah.

(Baca: UU Pemilu Tak Melarang Pengidap Gangguan Jiwa Nyoblos)

Kategori hijau menandakan orang tersebut sehat jiwanya. Pada kategori ini, warga akan dilakukan pemeriksaan kembali satu tahun kemudian.

"Kita ingin merubah mindset bahwa kesehatan jiwa itu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, sehingga dia harus terus di-maintenance agar tetap sehat," tegas Luigi.

Kategori kuning menandakan border line, orang yang mendapat hasil ini akan langsung dilakukan konseling di tempat oleh petugas puskesmas. Warga yang mendapat kategori ini akan dicek kembali dalam kurun waktu satu bulan kemudian.

(Baca: Pengidap Gangguan Jiwa Bisa Masuk DPT)

"Kalau dalam pengecekan selanjutnya dia hijau, dia satu tahun lagi akan dicek. Tapi kalau misalkan dia kuning tiga kali berturut-turut dalam jangka waktu tiap satu bulan, dia akan berubah jadi merah," bebernya.

Sementara, kategori merah menunjukkan orang tersebut menderita gangguan kejiwaan. Warga yang mendapat kategori ini akan langsung dirujuk ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Di puskesmas akan diperiksa kembali secara menyeluruh, bukan hanya jiwa, tapi juga diperiksa (kesehatan) fisiknya. Karena dikhawatirkan ada penyakit-penyakit fisik yang mendasari dia menderita gangguan kejiwaan," pungkas Luigi.



(JMS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id