Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: MI/Susanto.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: MI/Susanto.

Politik Sensasional Prabowo Bikin Gerindra Melorot

Pemilu pemilu serentak 2019
09 Januari 2019 08:23
Jakarta: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019. Gerindra menjadi salah satu partai yang elektabilitasnya melorot di bulan Desember 2018.
 
Salah satu faktor yang memengaruhi adalah politik sensasional yang ditunjukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
 
"Ini disebabkan banyak hal. Bisa jadi karena politik sensasional dibanding substansi yang disampaikan," kata peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 9 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada November 2018, elektabilitas Gerindra mencapai 14,2 persen. Sebulan kemudian elektabilitas partai itu menurun ke angka 12,9 persen.
 
Isu-isu sensasional, kata Adrian, lebih banyak berdampak buruk. Tentunya, Prabowo sebagai calon presiden yang kerap melontarkan isu-isu sensional berimbas ke partai yang dipimpinnya.
 
"Itu karena tidak banyak hal substansi yang disampaikan, justru hal yang sensasional. Misalnya soal isu Indonesia punah, ini banyak merugikan partai yang ada," jelasnya.
 
Dalam hasil survei itu, PDI Perjuangan memiliki angka elektabilitas 27,7 persen di Desember 2018, diikuti Gerindra 12,9 persen, lalu Golkar dengan elektabilitas 10 persen, dan PKB di angka 6,9 persen.
 
Baca: Gerindra Tak Percaya Hasil Survei LSI
 
Survei dilakukan dengan metode multisage random sampling dengan jumlah res-ponden awal sebanyak 1.200. Pengumpulan data dilakukan setiap bulan dari Agustus hingga Desember 2018, dengan margin of error 2,9 persen.
 
Sementara itu, figur ketua umum partai politik (parpol) menjadi salah satu faktor yang mendongkrak elektabilitas partai. Ada lima ketua umum yang tingkat pengenalannya tinggi di Pemilu 2019 kali ini. Itu tercatat dalam hasil survei LSI Denny JA sejak Agustus hingga Desember 2018.
 
Lima ketua umum itu ialah Megawati Soekarnoputri (PDIP), Prabowo Subianto (Gerindra), Surya Paloh (NasDem), Susilo Bambang Yudhoyono (Demokrat), dan Hary Tanoe (Perindro).
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif