Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan/MI/Rommy Pujianto
Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan/MI/Rommy Pujianto

PKPI Akui Elektabilitasnya 'Melempem'

Pemilu pemilu serentak 2019
Vincentius Reno Agusta • 29 November 2018 15:06
Jakarta: Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengakui belum mampu bersaingan dengan Parpol lainnya. Elektabilitas PKPI masih 'melempem'.
 
“Terkait Pileg memang harus diakui, bahwa terkait hasil survei, angka elektabilitas masih di bawah harapan”, ujar Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan kepada Medcom.id pada Kamis, 29 November 2018.
 
Untuk mendongkrak elektabilitas, sejumlah upaya dilakukan. Salah satunya lewat konsolidasi. "Badan pemenangan pemilu PKPI yang mengkonsolidasikan semua kekuatan yang ada dari pusat ke daerah," tambah Verry.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: PKPI Disebut Masih Terbelah
 
PKPI juga akan menyesuaikan strateginya dengan periode kampanye dan sosialisasi yang panjang untuk Pileg 2019. "Kami tidak akan full speed di awal periode sosialisasi dan kampanye. Kami juga sedang membuat strategi untuk meningkatkan elektabilitas dimulai dari periode 1-2 bulan menjelang hari pencoblosan”, jelas Verry.
 
DPN PKPI juga akan mengandalkan ‘tabungan’ dukungan dari sekitar 1,2 juta konstituennya. Mereka adalah keluarga besar dari veteran TNI dan Polri.
 
Verry akan memberdayakan bidang-bidang yang dianggap menjadi core-nya PKPI. Dimulai dari kesejahteraan prajurit dan veteran, di mana ketua bidangnya adalah Ganang Soedirman, cucu Jenderal Soedirman.
 
"Ganang dikatakan akan segera konsolidasi dukungan di daerah-daerah, mencakup keluarga TNI-Polri aktif hingga keluarga besar Purnawirawan TNI-Polri," paparnya.
 
Al Sandy Suharjono, Kepala Departemen Komunikasi Publik Online DPN PKPI, juga mengatakan bahwa PKPI akan segera intensif turun ke lapangan untuk konsolidasi dukungan secara door to door. "Kami rencanakan untuk bulan Januari, kami bisa door to door ke konstituen dan calon konstituen kami”, ujarnya.
 
Verry juga meyakini bahwa PKPI dapat memenangkan suara minimal 5 persen dan tembus ke parliamentary threshold, yang sudah ditargetkan ketua umum PKPI.
 
Berbagai survei menampatkan elektabilitas PKPI di papan bawah. Survei Alvara Research Center dilakukan pada 12-18 Agustus 2018 misalnya. PKPI berada diurut 13 dengan elektabilitas PKPI (0,3 persen).
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi