PKPI Disebut Masih Terbelah
Ketua Umum PKP Indonesia hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Grand Cempaka, Haris Sudarno (tengah). Foto: MI/Adam Dwi.
Jakarta: Partai Keadilan dan Persatuan Indonesian (PKPI) kubu Haris Sudarno menyatakan AM Hendropriyono belum berhasil menyatukan partai. PKPI pun dianggap masih terbelah.

"Masih banyak pertanyaan di PKPI daerah yang menanyakan apa benar PKPI sudah satu dan tidak ada dualisme? Perlu saya jelaskan bahwa dengan bukti-bukti di atas PKPI masih ada dualisme," kata Ketua Umum PKPI kubu Cut Meutia, Haris Sudarno, di dalam kongres di DPP PKPI, Jalan Cut Meutia, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 17 April 2018.

Menurut dia, apa yang disampaikan mantan ketua umum PKPI kubu Diponegoro itu tidak benar. Haris membeberkan beberapa bukti terkait dualisme partai berlambang burung berwarna merah dan putih itu.


Bukti tersebut antara lain kongres luar biasa (KLB) yang telah dilakukan kubunya pada 22-24 Agustus 2016 di Hotel Cempaka. Kongres dilakukan karena Ketua Umum PKPI Isran Noor mengundurkan diri pada 30 Juli 2016. 

Haris disebut terpilih secara aklamasi sebagai ketua pada KLB di Hotel Cempaka. Sementara itu, KLB yang digelar kubu Hendropriyono pada 27 Agustus 2016 di Hotel Millenium dianggap tidak sesuai dengan AD/ART partai.

Dalam dualisme ini, Haris mengatakan ada bukti-bukti dari kedua pihak yang saling beradu secara hukum. Proses bahkan sudah sampai tingkat kasasi.

"PKPI kubu Haris Sudarno mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) dan hingga kini belum ada putusan dari MA," kata Haris.

Baca: Hasyim Anggap Pelaporan PKPI Risiko Jabatan

Haris pun kesal dengan klaim Hendropriyono yang menganggap telah menyatukan seluruh PKPI sehingga berhasil lolos di Pemilu 2019. Haris menilai itu tidak benar karena kubu Cut Meutia masih eksis.

Menurut dia, seharusnya semua kubu bersatu di bawah kubu Cut Meutia. Pasalnya, pada KLB di Hotel Millenium, banyak sesepuh partai yang pendukung kubu Cut Meutia yang tak hadir, seperti Sutiyoso, Yusuf Kertanegara, Mashudi Darto dan Budhi Santoso.

"Seluruh sesepuh, pimpinan/penasihat, dewan pakar dan lainnya, masih ada di kubu Haris Sudarno," kata Haris.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id