Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menyisir kembali daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. Hal ini untuk memastikan tak ada warga negara asing (WNA) terdaftar sebagai pemilih.
"Kami juga berniat untuk melakukan penyisiran DPT. Jadi berapa banyak WNA yang sudah dapat KTP elektronik, kemudian berapa banyak masih adakah di antara mereka yang masuk ke dalam DPT," kata Ketua KPU, Arief Budiman, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
Arief menegaskan meski undang-undang mengizinkan kepemilikan KTP-el, WNA tetap tak memiliki hak pilih. Dia juga menegaskan KPU sebetulnya sudah menyisir untuk memastikan tak ada WNA yang terdaftar sebagai pemilih saat menyusun DPT.
Penyisiran yang dilakukan KPU dilakukan dari pintu ke pintu (door to door). Arief yakin tak ada WNA yang terdaftar sebagai pemilih. "Makanya di penjelasan teman-teman (KPU) itu mengatakan, di DPT sekarang itu enggak ada (nama WNA)," ujar Arief.
Namun demikian, Arief mengatakan pihaknya bakal mengecek kembali DPT untuk memastikan hal itu. Dia menegaskan KPU akan langsung menghapus jika terdapat WNA dalam DPT.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menawarkan KPU untuk menyisir DPT. Hal ini menanggapi kesalahan input data dalam KTP-el warga Tiongkok Guohuin Chen sehingga masuk DPT.
Baca: Belasan Mahasiswa WNA di Depok Punya KTP-el
"Jadi kami tawarkan KPU beri kami DPT-nya, kami sisir. Kami cocokkan apakah ada WNA (warga negara asing) yang masuk dalam DPT atau tidak," kata Zudan di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.
Dia memastikan kerja sama ini bisa dijalankan secara tertutup. Kemendagri yakin dapat membantu KPU di sisa waktu yang tersisa sebelum pencoblosan pada 17 April 2019. "Nanti kami serahkan dengan penuh kerahasiaan ke KPU untuk perbaikan," jelas Zudan.
Sebelumnya, KTP-el Guohuin Chen viral di dunia maya. Nomor induk kependudukan (NIK) Chen terdata dalam DPT atas nama Bahar. Kemendagri meyakini ada kesalahan dalam memasukkan data KTP-el milik Bahar ke DPT sehingga NIK yang masuk ke sistem milik Guohuin Chen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OGI))