Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). MI/Bary.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI). MI/Bary.

JK Optimistis Masyarakat Kembali Bersatu

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 06 Juli 2019 03:25
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla optimistis masyarakat yang terbelah karena perbedaan pilihan di Pemilu 2019 kembali bersatu. Dia yakin bhineka tunggal ika menyatukan bangsa Indonesia.
 
Kalla menilai perbedaan pilihan yang menimbulkan gesekan terjadi di setiap negara. Namun, persatuan Indonesia yang sudah tertanam sejak luhur tidak dimiliki negara lain.
 
"Kita justru bersyukur bahwa kita di Indonesia ini walau ada riak-riak tapi tetap punya suatu suasana yang memberikan kita rasa bangga bahwa bangsa ini walau banyak perbedaan tetap ada persatuan," kata Kalla di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang nomor dua di Indonesia ini menyebut konflik yang terjadi selama pilpres merupakan hal wajar. Setiap warga negara selalu menginginkan jagoannya menjadi pemenang.
 
Menurutnya, emosi dan kesedihan yang dirasakan kubu yang kalah memang selalu terjadi dalam pemilu. Kalla meminta semua pihak untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan konflik.
 
"Pengalaman dalam sejarah Indonesia bangsa ini berkonflik apabila rasa adilnya menjadi masalah. Rasa keadilan menjadi masalah," tegas Kalla.
 
(Baca: JK: Rekonsiliasi Kewajiban Elite Politik)
 
Kalla meminta masyarakat tidak larut dalam kesedihan. Masyarakat diminta kembali bangkit dan saling berjuang untuk kemajuan negara.
 
"Maka dalam kesempatan yang baik ini kita panjatkan doa dan berusaha, bagaimana memajukan bangsa ini apakah sosial ekonominya dengan baik dengan adil. Dengan rasa adil akan tercipta persatuan. Itu tanggung jawab bersama," ujarnya.
 
Kalla juga mengingatkan organisasi masyarakat dan para pejabat menjaga kesatuan. Organisasi masyarakat, khususnya partai politik dan pejabat diminta mengedepankan kemajuan ekomoni yang adil.
 
"Jangan seminar atau muktamar atau rakernas terus tapi tidak mencapai tujuan utama ialah mencapai persatuan dan kemajuan ekonomi yang adil. Maka persatuan itu pasti akan tercapai," tandasnya.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif