Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat Muhyiddin Junaidi. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat Muhyiddin Junaidi. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

MUI: Golput Haram

Pemilu pemilu serentak 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 25 Maret 2019 13:42
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Pasalnya, secara agama, menyalurkan hak pilih hukumnya wajib.
 
"Tidak boleh golput, dalam agama tidak boleh. Golput haram" kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat, Muhyiddin Junaidi, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.
 
Menurut dia, setiap negara harus memiliki pemimpin. Untuk itu, partisipasi masyarakat diperlukan demi menentukan pemimpin yang terbaik. "Kalau kita tidak menggunakan hak pilih kita, kalau terjadi chaos, kesalahan Anda," ucap dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan selama ini tidak ada pemimpin yang sempurna. Hal itu juga dialami semua negara maju, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, serta Rusia. Alhasil, masyarakat harus berpartisipasi memilih calon pemimpin yang dianggap terbaik.
 
"Enggak ada yang 100 persen. Jadi kita harus siap," ujar dia.
 
Di sisi lain, dia meminta masyarakat menggunakan momen pemilu ini sebagai sarana mendewasakan diri dan berpikir dengan akal sehat. Dia tak ingin pemilu menimbulkan konflik antarmasyarakat.
 
"Ya berbeda pilihan adalah sunatullah tapi jangan sampai berbeda pilihan, bangsa ini jadi terpecah belah," ujar dia.
 
Dia juga mengingatkan agar masyarakat dan peserta pemilu harus siap kalah dan menang. Itu merupakan salah satu sikap dewasa dalam berdemokrasi. Menurut dia, Indonesia sebagai negara terbesar ke-4 berdemokrasi, akan malu bila pemilu menimbulkan perpecahan.
 
Baca: KPU Harap Fasilitasi Iklan Kampanye Tingkatkan Partisipasi Pemilih
 
"Jadi kalau gara-gara pilpres kita berkelahi kayaknya malu, menampar muka bangsa Indonesia khusunya umat Islam. Nanti akan ditertawakan, katanya negara muslim terbesar, tapi gara-gara berbeda pilihan ribut, ya itu kasihan," tutur dia.
 
MUI pun mendoakan agar Pemilu 2019 yang akan berlangsung serentak ini berjalan lancar dan tidak ada keributan. "Siap kalah, siap menang."
 
Saat ini, jadwal pelaksanaan pemilu sudah masuk pada masa kampanye terbuka yantg dimulai sejak 13 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Rentang waktu pada 14 hingga 16 April 2019 bakal menjadi masa tenang menjelang pencoblosan.
 
Pencoblosan pemilu akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Sementara itu, pemilu kali ini adalah pertama kalinya warga memilih secara serentak para wakilnya di parlemen dan presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif