Zulkifli Hasan--Medcom.id/Gervin N. Purba
Zulkifli Hasan--Medcom.id/Gervin N. Purba

Zulkifli Dinilai Utamakan Kondisi Bangsa Ketimbang Kepentingan Politik

Pemilu penghitungan suara partai amanat nasional pemilu serentak 2019
Juven Martua Sitompul • 27 April 2019 13:26
Jakarta: Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dianggap adalah hal biasa. Langkah Zulkifli menemui Jokowi dinilai sekadar menyatukan persepsi.
 
Salah satunya, mencari kesamaan visi dan misi dalam membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. "Yang pasti bahwa pikirannya adalah kecocokan itu adalah dalam rangka membangun bangsa Indonesia ke depan," kata calon legislatif PAN M Yasin Kara, dalam diskusi bertajuk 'Setelah Pemilu Serentak' di Jakarta, Sabtu, 27 April 2019.
 
Yasin enggan berspekulasi, jika pertemuan tersebut sinyal PAN mengubah arah dukungan. Menurutnya, Zulkifli hadir di Istana Negara karena PAN merupakan salah satu partai pengusung Gubernur Maluku Murad Ismail.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah makanya hadir kan (Zulhas). Nah soal bagimana konten politiknya saya kira belum ada apa-apa lah ya," ujarnya.
 
Zulkifli Dinilai Utamakan Kondisi Bangsa Ketimbang Kepentingan Politik
Diskusi bertajuk 'Setelah Pemilu Serentak' di Jakarta, Sabtu, 27 April 2019--Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
 
Zulkifli disebut sosok yang interes terhadap situasi bangsa. Zulkifli diyakini tidak akan mengorbankan kondisi bangsa dengan kepentingan politik. "Pak Zulhas interesnya terhadap sutuasi bangsa yang lebih kondusif itu sangat tinggi. Dia pasti tidak akan mengorbankan kondisi bangsa ini untuk suatu urusan politik tertentu," ucapnya.
 
Baca: Peluang PAN 'Balik Badan'
 
Jokowi dan Zulkifli bertemu saat pelantikan gubernur dan wakil gubernur Maluku di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Selain Jokowi, tampak Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
 
Zulkifli pun memberikan pernyataan saat ditanya soal percakapan renyahnya dengan koalisi kubu 'seberang'. "Pemilu terlalu lama sampai delapan bulan. Habis energi kita. Masa berantem disuruh undang-undang sampai delapan bulan," tandasnya.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif