Ilustrasi sidang pileg di MK - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Ilustrasi sidang pileg di MK - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Hakim Cecar Mantan KPPS Jadi Saksi PKB

Pemilu Sidang Sengketa Hasil Pileg 2019
Faisal Abdalla • 30 Juli 2019 12:48
Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghadirkan Sohibul Ahmad sebagai saksi dalam sidang perkara perselisihan pemilu (PHPU) legislatif. Sohibul merupakan mantan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
 
Hal itu terungkap ketika Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, menanyakan identitas Sohibul. Dia mengaku saat pemilu bertugas di TPS 07 Desa Pangkal Duri, Jambi.
 
"Waduh, jadi Anda itu mau mengkritik kerjaan Anda sendiri? Kalau terjadi kesalahan yang salah siapa? Anda ikut salah kan, lha sekarang kok kesalahan Anda kok malah dibuka-buka di sini. Kenapa kok bisa begitu?," kata Arief di Gedung MK, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Arief tetap memberikan kesempatan kepada Sohibul untuk menyampaikan keterangan. Sohibul menyebut ada pengurangan 34 suara untuk PKB di TPS 07 Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Tanjung Jabung Timur saat rekap di tingkat Kecamatan.
 
(Baca juga:Saksi PDIP Diingatkan Tak Berbohong)
 
Mendengar kesaksian itu, Arief kembali mencecar Sohibul. Arief mempertanyakan tugas Sohibul sebagai petugas KPPS tak menyampaikan kejanggalan itu saat rekap di tingkat kecamatan.
 
"Kok Anda tidak membetulkan waktu jadi petugas di sana. Malah baru cerita di sini," tanya Arief.
 
Sohibul mengaku saat itu belum mengetahui terjadi kesalahan saat proses rekapitulasi. Arief menilai Sohibul tak menjalankan tugas dengan baik.
 
"Padahal waktu Anda bertugas sebagai KPPS, Anda bersumpah akan menjalankan pekerjaan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya, tak boleh ada khilaf, sekarang Anda khilaf malah Anda buka-buka di sini," ujar dia.
 
Arief kembali mempersoalkan status mantan petugas KPPS Sohibul yang kini menjadi saksi untuk parpol. Arief menilai seharusnya Sohibul bersaksi di pihak KPU.
 
"Kalau tentara itu namanya disersi. Disersi itu (bisa) masuk sel. Itu kode etiknya gitu," ketus Arief.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif